1/31/2010

Minggu Sore

Adakah waktu tenang yang lebih menggelisahkan dari minggu sore? Sementara pendar jingga mentari senja perlahan menghilang di balik cakrawala dan kejora mengerjap, tertawa, kita tahu, mentari senin pagi telah berjanji. Ia akan kembali, hari akan berputar lagi, dan janjinya tak pernah ia ingkari.

Maaf terlalu lama menunda. Aku tak ingin minggu sore ini berakhir begitu saja.

1/29/2010

Pagi Buta

Dalam kopermu ada secangkir kopi, segelas mentari senja, sebuah piano tua, sepasang mata yang bertanya, dan sebuah buku cerita yang belum bertuliskan apa-apa. Di luar apartemenmu, Watson minta dibukakan pintu. Kubiarkan saja ia menunggu.

1/28/2010

Menolak Menjadi Mutlak

"I'd just be the catcher in the rye and all. I know it's crazy, but that's the only thing I'd really like to be. I know it's crazy."

--J.D Salinger, The Catcher in The Rye


Saya dan Caulfield merasakan keterlemparan yang sama. Keterlemparaan ke dalam eksistensi, tanpa musabab yang mudah dipahami. Tetapi bukan berarti segalanya jadi hampa dan tanpa arti. Seberapapun tolol kedengarannya, kami berdua sama-sama mencoba mendefinisikan sendiri makna keberadaan kami di dunia ini... Definisi yang masih bisa diedit terus menerus tentunya, seperti halaman Wikipedia, dan tak akan pernah mutlak, selamanya.

Mengenang J.D Salinger, dan semua yang bercerita di ruang antara.

Bisikan Lantang

"He wanted to tell her that he was inspired and vigilant and recklessly alone, that his body contained his unsteady heart and something else, something he felt but could not describe: porous and spiky, shifting with flecks of thought, with urge and memory; salted with brightness, flickerings of white and green and pale gold, like stars; something that loved stars because it was made of the same substance."

--Michael Cunningham, Specimen Days

Rumah

Titis

Yang membuat sebuah bangunan menjadi rumah adalah keleluasaan yang ditawarkan kepada kita untuk berjumpa diri kita, siapapun itu. Pada akhirnya, dimanapun kita bisa menyapa hati, disanalah rumah kita berada. Bagi beberapa orang, mungkin perjalanan itu sendirilah tempat mereka pulang.

1/27/2010

Depdagri

Kata sahabat saya, saya adalah seorang penjajah. Wilayah jajahan saya luas, mulai dari karya-karya seni kontemporer terkini, buku-buku tebal, boleh fiksi, boleh non fiksi, film-film yang sulit dimengerti, musik paling unik hari ini, orang-orang yang lucu, seru, dan asyik untuk berdiskusi...hampir semua ranah kajian budaya potensial untuk menjadi jajahan saya. Lama urusan dalam negeri tidak saya urusi, ternyata sudah ada yang menjajah hati. Aw.

1/26/2010

Wahai Alay

Kita tertawa melihat mereka, para penganut sekte yang secara peyoratif kita sebut Alay, menyanyikan lagu-lagu pujian mereka, menari gembira dibawah komando sang pengarah gaya, menulis dalam kode rhsiia, menganga, menyaksikan khotbah nabi-nabi mereka. Padahal diam-diam kita menyenandungkan lagu-lagu yang sama dalam ruang karaoke pengap di sudut hati kita. Xixixi.

Santai

Adakah yang konstan di dunia? Jangan dulu dijawab.
Arsitektur saja, yang bertubuh beton bertulang baja, berubah sesuai zamannya, apalagi selera. Santai saja.

Pesta Reptilia

Saya pikir kita telah sepakat untuk membangun negeri garuda, bukan kubangan binatang melata.

1/25/2010

Mereka yang Mendobrak Pintu Stadion

Ketika yang tersisa dari onggokan jerangkong itu hanyalah kebanggaan bersama, maka kebanggaan itu, betapapun buas caranya, harus dijaga dan dibela. Karena bagi mereka, hanya itu yang masih berharga, bahkan melebihi jiwa.

Brahma Seakan Tak Hadir di Negeri Kita

Membaca sejarah negeri kita seperti membaca dokumen yang difotokopi berkali-kali. Semakin lama, semakin buram, saling tekan dan tindih, hingga fakta yang terekam nyaris tak terbaca.
Diskontinuitas.
Amnesia.
Masyarakat pelupa.
Pemerintah pendusta.
Sementara jutaan tangan mencipta dan menghancur, silih berganti, memahat rupa negeri kita, begitu sedikit yang melestarikan apa yang tercipta, maupun mengingat apa yang hancur.

Satu

Dalam kata "persatuan" terbersit keterpaksaan, kekerasan yang pedih dan kelam. Saya hanya bisa berharap semoga "satu" yang ingin dicapai dalam buku PPKn adalah untaian yang tiap bulir pengisinya terlihat cantik dan bangga pada dirinya, baik sebagai sebulir maupun seuntai.

1/24/2010

Intip

Daily Objects - Pameran Drawing Seni Grafis ITB Angkatan 2008


Kita bertautan dengan benda-benda. Beberapa diantara benda-benda itu begitu kuatnya hingga mampu menceritakan diri kita--mungkin karena ketergantungan kita padanya, karena kenangan di dalamnya, atau karena makna emosionalnya. Berhenti sejenak, mengamati, mengapresiasi, lalu menggambarkan ulang benda-benda yang bisa "menggambarkan" kita, menguak lebih jauh tentang siapa kita, para pengguna benda itu. Gambar adalah salah satu teknik seni rupa tertua, yang membiarkan garis-garis tangan terbaca secara jelas. Yang nampak--benda, dan kualitas garis yang terlihat, akan berbicara lantang tentang pemiliknya.

Melihat karya-karya dalam pameran ini adalah pengalaman yang mengasyikkan bagi saya. Ia bagaikan mengintip ke balik rok mini: gadis yang memakainya tentu sadar benar auratnya berpotensi diintip, tapi ia tetap yakin dan tetap mengenakan roknya itu. Sama dengan pameran ini. Para perupa tentu berpameran dengan sadar, namun mereka tak akan pernah tahu, apa yang ada dalam kepala orang-orang yang melihat karya-karya mereka. Mungkin mereka hanya menduga. Mungkin, dugaan mereka benar adanya--mereka berhasil mengintip kedalam hidup para perupa.
Bahkan mungkin saja benda-benda ini bisa bercerita lebih jujur dari potret diri yang terlalu banyak retouch-nya.