Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Berubah

Manusia memang tidak pernah ada puasnya. Ketidakpuasan jugalah yang sedang melanda saya saat memandang blog saya ini. Konsekuensi dari judul yang saya berikan kepadanya ('Belajar Menulis') dan post-post awal yang saya buat adalah terbatasnya tulisan yang bisa saya muat disini, karena blog ini seakan hanya boleh memuat cerita saja. Maka ia pun berubah, menjadi Langit Senja. Langit, ketika cahaya mulai meredup dari bumi dan keremangan menyelubungi. Langit, ketika segalanya berada di antara. Bukan baik, bukan jahat. Bukan terang, bukan gelap. Langit, ketika kebanyakan manusia pulang ke rumah mereka dan merefleksikan perjalanan mereka hari itu. Langit yang paling indah di mata saya. Langit senja adalah simbolisasi saya terhadap waktu kita, manusia, di dunia saat ini. Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

6 komentar:

Arimbi mengatakan...

padahal intinya satu ya, berubah.

tp analoginya bagus amaat.. :)

raysa mengatakan...

and so,
akan lanjut kemana nanti?

Arimbi mengatakan...

mana nih aidil update dong blog nya

Cheerzmeup mengatakan...

hmm,
baru baca beberapa postingan, dah keliatan ciri khas penulisnya,

bagus, original, tapi apa ya?
sorry kalo lancang, entah kenapa masih terasa ada yg kurang untuk dapat disebut benar2 tulisan,
u know what I mean,

dan jgn tanya apa, karena saya sendiri belum pasti apa,
seperti telah berada di ujung lidah,
namun tak kunjung keluar,
tapi secara keseluruhan sebagai orang yg awam, menurut saya postingan kamu bagus,,,

kalo ga keberatan,
liat beberapa postingan saya,
yg judulnya (entah kenapa) masih belajar menulis,
bukan suatu postingan yg layak dibaca memang, tapi saya masih terus berusaha belajar menulis, dan usaha saya itu memerlukan timbal balik dari orang lain (yg mau membacanya tentu saja).


seseorang yang sangat suka membaca dan menulis,

Aishanatasha mengatakan...

asyik, deh

Cheerzmeup mengatakan...

@ aidil:
bukankah menulis adalah gabungan antara menyampaikan pesan dan meninggalkan kesan? karena kesan dan pesan adalah dua hal yang saling mengikuti,

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief