Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Ambang

UGD RS St. Borromeus

Tubuh anda berwarna kemerahan dan suhunya empat puluh derajat, di kanan anda seorang anak kecil meraung kesakitan sementara ibunya tak berhenti menenangkan, sementara di kiri anda seorang wanita lamat-lamat berdoa. Disana, diatas ranjang sempit yang diterangi silau cahaya putih dari atas kepala, segalanya menjadi jelas: batasan manusia adalah harapannya.

6 komentar:

Aïcha mengatakan...

UGD St.Borromeus Bandung?

Aidil Akbar Latief mengatakan...

yep.it was me.what's up with your old blog?

kiiiluthuajah mengatakan...

like diss!

aïcha mengatakan...

what do you mean my old blog?

Aidil Akbar Latief mengatakan...

meaning the old template, the old design. its more comfy i think. well its just me haha

Anggraeni Mohandita Sari mengatakan...

bener banget. :)

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief