Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Gaza

Maaf jika sekarang kusarungkan lagi bedilku di mulutmu karena tak pernah berhenti menyalak padaku.

4 komentar:

Kiki mengatakan...

ini dari sisi Israel nya yah dil ?

Aidil Akbar Latief mengatakan...

more or less, tapi sebenernya ini juga sisi "seluruh dunia", karena itu kesan yg gw dapet dari media: kita ngeliat palestina minta-minta, beritanya terus terusan tapi seluruh dunia diem aja, ga ada yg nentang israel. ga nentang=ngedukung, ya ga?

Titis Andari mengatakan...

i was about to change my location to the society of spectacle, you beat me right there.

seriously, an sms cannot contain what must be told. come here, and let's do some coffee.

Ardhn Mohammed mengatakan...

Wow, great. Literatur yang mantap! Nice blog, aite!

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief