Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Akan Datang Terang

Ingat alegori gua Plato?

Saya masih percaya ada orang-orang yang berani keluar dari dalam gua untuk merengkuh cahaya, lalu kemudian berani kembali, untuk menebar sedikit harap.
Sedikit harap.
Karena itu saja yang kita butuhkan dalam gelap yang sangat.



Mbak Anggie dan Mas Chris, have a great adventure.

4 komentar:

Kiki mengatakan...

manis-nis-nis dil... :)

Aidil Akbar Latief mengatakan...

makasih:)

Titis Andari mengatakan...

Urat nadimu yang mencintai bunyi
mendesirkan kertap mentari

Anggie mengatakan...

It's easier for us to sit in the dark though...but we wouldn't know if the light is too bright if we don't get out...

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief