Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Gaya Ah

Beda adalah ruang berbagi. Modernisme Philip Johnson, International Style adalah kontradiksi. Gaya, hakikatnya adalah pembeda, sebuah ciri. Ketika ia dipaksakan diterima secara internasional, apa pentingnya lagi? Garis-garis lurus. Persegi, sudut lancip, dan kubus. Permukaan halus. Dingin dalam hati. Lebih baikkah sekarang, setelah semua melepas seragam dan melampaui modernisme? Semua berebut memberi jawaban. Yang terdengar hanya keriuhan, sementara diam-diam, para seniman, desainer, dan arsitek korporasi berkonspirasi menguasai pikiran penduduk bumi. Hihihi.

Tidak ada komentar:

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief