Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Tentang Pembantaian Para Penyihir Eropa dan Amerika Utara Abad Pertengahan

Barangkali sebabnya alkimia dihapus dan ditimpa begitu saja oleh persamaan-persamaan kimia adalah ketakutan manusia akan keajaiban, akan perubahan besar yang ditawarkannya. Ketika timah hitam menjadi emas, angka karat yang tertera pada balok-balok berkilauan itu hilang maknanya. Struktur pun hancur. Lalu para alkemis, ilmuwan keajaiban itu, bersama para peramal, penyihir dan lainnya yang kita masukkan dalam satu keranjang "aneh dan berbeda", dibantai di alun-alun kota. Ketakutan-ketakutan purba itu, akan keajaiban, perubahan, keanehan, perbedaan, penyimpangan dari yang dimengerti, kesadaran manusia memakna dan menjadi, masih ada. Ia ada dalam derum nyaring para anggota geng motor, foto-foto narsis para siswi SMA di WC, obrolan berisik satu geng gaul di tengah konser atau saat pemutaran film di bioskop, anggukan perlahan para anggota dewan, dan tatap kosong para kepala negara di konferensi-konferensi tingkat tinggi. Sama adalah rasa yang luar biasa nyamannya. Menjadi individu adalah perjalanan yang pedih. Namun saya percaya, tanpa pernah merasa perih, kita takkan pernah mengada.

Tidak ada komentar:

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief