Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Wa Wa Warung


WARTEG


Pemilik warteg di Senayan itu tak pernah nonton acara gosip atau berita sensasi di TV. Ia melihat kejadian langsungnya setiap hari.

WARTEL

Penjaga wartel itu bergeming. Si pengemis tua sekali lagi merapal mantranya. Penjaga wartel tetap diam saja. "Bu, kalo ini warung telekomunikasi. Bentar lagi jadi warung internet malah. Komunikasi udah nggak dipake lagi," kata seorang pengantri.

WASERBA

"Maaf bu, kalo yang itu udah lama kosong," kata pegawai warung serba ada kepada seorang wanita tua yang berharap bisa menemukan Keadilan atas tanahnya.

WARUNG PADANG

"Kalau belom bisa bawa enam puluh empat piring, bawa satu-dua saja juga tak apa-apa!" kata Uda Rohim pada anak buah barunya, sesaat setelah delapan piring pecah dan lantai warung lengket oleh kuah.

WARUNG KOPI

Pekat, gelap, pahit, nikmat. Kamu.

3 komentar:

Sasha Subagio mengatakan...

nice, nice, nice.

rassi narika mengatakan...

This is such a relief in between the routine.

Claude C Kenni mengatakan...

bener2 sebuah kesegaran di tengah2 kepenatan rutinitas =)

I love your blog, keep postin'! ;p

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief