Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Heima

Memandang kelir tipis di panggung itu, aku teringat gelap yang kulihat sebelum matahari pagi menerangi Kelimutu.

Barangkali yang menyebabkan Prometheus mempertahankan nafasnya meski terpasung di bukit karang nyaris habis dicabik-cabik elang adalah kesempatan untuk sungguh mendengar suara-suara yang luput dalam keseharian yang nyaman: setiap degup, setiap denyut, setiap desir, setiap bisik, setiap instrumen dalam orkestra lirih yang menggema di rongga tubuhnya, yang meski tanpa kata, mengisahkan cerita tua yang bermula bahkan sebelum Ada. Cerita yang mengingatkannya untuk menerima dukanya; untuk bercermin pada genangan di matanya dan juga pada angkasa raya, rumahnya di masa sebelumnya; untuk terus melihat dan menangkap setiap rupa, segala warna, meski tak mampu lagi membuka mata; untuk kembali tersadar lagi di setiap pagi, menyambut segala yang hadir, menerjemahkan makna deritanya, dan menakar kembali keberaniannya menantang para dewa; untuk terus mengada... Dan menerima keajaibannya. Maka mungkin tak jadi persoalan jikapun Herakles gagal membebaskannya; toh ia tak pernah melihat buah dari berkat yang diberikannya pada manusia. Mungkin deranya cukup untuknya berpulang, dan karyanya cukup untuk membuatnya tegar.


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Hi, і think that i saw you νіsited my website sο
i came to “return thе favoг”.
I аm trуing tο fіnd thіngs
to imprοve mу website!I suppose itѕ ok tο use some
of your іdeаs!!

my websitе: Kentucky Lake Resorts

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief