Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Yama-No-Te

Seperti istanbul dan Roma, kota itu dibangun diatas bukit-bukit dan dijahit dari helai-helai legenda. Ia berada di dalam genggaman tangan imajiner Sang Buddha, lima jariNya membentuk lingkar dalamnya, diikat segaris jalur kereta yang dilintasi jutaan peziarah tiap harinya. 

Tokyo
Menatap manusia-manusia ini, yang melangkah dalam ritme mereka sendiri-sendiri, kurasa benar: waktu adalah sesuatu yang pribadi.

Ikebukuro
Di balik rancangan antarmuka yang begitu rapi, di tengah kompleksnya segala tata nilai dan pola komunikasi, aku masih percaya, kebaikan hati adalah bahasa yang dimengerti di semua belahan bumi.

Shinjyuku
Kegilaan adalah bagian dari tata: mereka sadar benar bahwa kesempurnaan hanya bisa direngkuh dengan menyambut dan merayakan ketidaksempurnaan.

Harajyuku
Is the medium becoming the noise? Adakah pesan tersumbat oleh pembaruan antarmuka yang tak henti hingga kata-kata dan emoji yang runut, sentuhan lembut, lidah yang saling berpagut, hingga tubuh yang saling bertaut tak bisa menyampaikan makna lagi? Apakah komunikasi telah menjadi bagian dari distraksi, sekadar pelarian dari banalnya hari? Inilah Tokyo yang tak ada di brosur-brosur wisata: wajah-wajah merah dalam kereta bau muntah, yang mengingatkan bahwa menyingkapkan diri yang sejati itu tak semudah berteriak dengan dandanan dan pakaian serba meriah--menjadi adalah proses yang perih dan tak akan usai, tegangan antara diri-dengan-yang-lain yang hanya ditahan oleh benang-benang rapuh.

Shibuya
Wajah bisa menerus berubah, namun kuasa kapital, sebagaimana di kota lainnya, adalah kekal. Di bawah cahaya neon Shibuya, aku sadar, kekal tak niscaya tetap.

Shinagawa
Aku berganti jalur di sini, tapi masih banyak yang ingin aku pelajari, masih banyak yang belum kupahami. Aku akan kembali ke tempat yang tak berhenti bergerak ini.

Thank you Abe-kun for the futon, the precious insights, and most importantly, the company. Doumo!

Tidak ada komentar:

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief