Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.

Istimewa

Anak itu hampir selalu meraih peringkat 1 atau 2 atau 3. Sejak SD hingga SMA, ia selalu diterima di sekolah-sekolah terbaik di Jakarta dengan beasiswa. Tapi tak seperti anak lain di sekolahnya, anak itu tak punya orangtua yang mampu membiayainya les bola atau biola. Hobi anak itu hanya membaca dan memecahkan soal matematika. Tak heran jika tak ada yang menganggapnya istimewa. Tapi anak itu tahu, ia  lebih pintar dari teman-temannya. Ia juga tahu, ia mau berusaha keras. Maka ia berjuang mati-matian sejak awal semester pertama untuk masuk Kelas Unggulan. Konon kabar, guru-guru kelas unggulan tamatan Singapura dan biasa melatih Olimpiade Fisika dan Matematika. Kelas Unggulan adalah satu-satunya kesempatan anak itu untuk merasa dirinya istimewa. Hari pengumuman tiba. Ia satu-satunya yang lolos. Mulai semester depan, anak itu akan belajar di Kelas Unggulan. Sendirian.

Tidak ada komentar:

Double personality is so 2000. Mobil jemputan warna hijau telor asin Brebes yang hobinya kebut-kebutan di Kalimalang sambil menggeber Joy Division. Kretek, kopi, dan gorengan bersama Derrida di taman kota. Es krim rasa tape dan gulali rasa nangka. Situationist International. Risoles isi daging rusa asap. Lingkar samsara Sisifus. Tanda seru. Selamatkan seni dan desain dari diri mereka sendiri. Petir. Piknik antar peradaban. Fluxus yang tersumbat, gerak yang terhambat. Kembang api. Interupsi. Negasi. Saya percaya pada kekuatan dialog dan pendidikan menengah, inisiasi remaja menuju masyarakat. Narasi besar telah runtuh. Mari nyanyikan epik kita sendiri. Seorang teman berkata, yang bisa menggambarkan saya adalah sebuah wadah yang ke dalamnya terus menerus dilemparkan apa saja oleh siapa saja. Semoga wadah itu tak ada dasarnya, tak akan penuh ataupun tumpah isinya. Semoga wadah itu tetap ada, terus membendung keriuhan di dalamnya. Semoga keriuhan itu tak mereda, dan semoga semua manusia tak berhenti bertanya.

Aidil Akbar Latief
@idlelatief