<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557</id><updated>2011-11-22T08:07:34.043-08:00</updated><category term='Cerita'/><category term='Catatan Saja'/><category term='Menerawang'/><title type='text'>Enigma Senja</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>105</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1763952919126153059</id><published>2011-09-19T10:56:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T11:15:03.258-07:00</updated><title type='text'>Memento</title><content type='html'>Yang kutakutkan hanya satu: lupa. Akan diriku, kejatuhanku, dan kekal Tuhanku. Hidup di semesta tanda yang menandakan tanda lainnya, makna semakin pudar, ia menghilang... Aku takut lupa, dan butuh pengingat akan Ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara akses pada mereka yang kuanggap guru belum tertutup, aku akan ingat. Tapi mereka semua juga berjalan, mencari, menjadi. Bergerak menuju Ada. Satu saat pikiran kita mungkin berjarak sedemikian jauh, sebegitu tak terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku butuh pengingat yang tetap. Yang berada padaku. Yang ikut tumbuh bersama tubuhku, namun tak akan keruh oleh pikiranku. Hadirnya adalah tanda kepemilikan atas tubuhku dan pikiranku dari hegemoni siapapun selain aku--namun ia bukan tanda kuasaku, melainkan pengingat batas dan kelemahanku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutemukan ruang yang tepat: Tulang selangka. Sementara satu ujungnya mudah terlihat, ujung lainnya tak terjangkau mata (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terima kasih, Shinichi Kudo&lt;/span&gt;). &lt;br /&gt;Titik sembunyi sekaligus tempat menampakkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kubiarkan luka membuka, kupersilakan perih merobek kulitku, dan sakit menumbuk tulangku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;s  o  r  g  e,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda pengenang, selamat datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1763952919126153059?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1763952919126153059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1763952919126153059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1763952919126153059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1763952919126153059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/09/memento.html' title='Memento'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1578960133635035869</id><published>2011-09-01T09:35:00.000-07:00</published><updated>2011-09-01T18:43:39.232-07:00</updated><title type='text'>Guru</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ingatkan aku, guru-guruku, untuk tidak berhenti menghayati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau, yang tidak menyambut kepulanganku dari lintang beku. Di bangku taman, sore itu,  kau asyik mendengkur. Mulutmu basah oleh anggur. Kata-katamu ngawur. Toh aku tak mendengarnya. Karena kau bukan kata. Kau adalah mata. Yang melihat yang terlewat dan terlupa, yang luput dan nyaris hanyut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau, negasi sekaligus afirmasi, tanda baca yang tak ada. Mungkin hanya koma yang mendekati, tetapi tidak juga. Merangkummu sama seperti menulis sembari berlari--atau, boleh jadi, sama seperti menulis kata 'tetapi'. Kau menatapku ragu di koridor siang itu. Dan ragumu adalah pelajaran pertamamu untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermin retak; refleksi/refraksi/redefinisi/rekonstruksi/&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dekonstruksi&lt;/span&gt;. Aku ingat, pagi itu kau menyapaku dan kita berkenalan lewat lelucon yang tak lucu. Kita menyerpih dari bintang yang sama, dari galaksi yang sama. Tapi menatapmu sekilas saja membuatku mengerti bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ada&lt;/span&gt; bukan hanya yang kasat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapanganmu adalah perpustakaanku--hamparan luas yang kau pagari sendiri. Kau adalah tanda tanya, bisik, dan gerutu parau yang membuatku belajar mendengar. Kau selalu menyuruhku pulang saat petang menjelang--dengan janji: esok hari, akan ada buku baru saat aku kembali. Dan kau selalu menepati janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertemu denganmu dalam lelucon murahan. Kau adalah kejutan ulang tahun yang terlampau besar--terbungkus kertas yang dicabik serampangan dari majalah mahal--seakan menyembunyikan sesuatu yang banal. Kau adalah gagasan sekaligus distraksi akbar; kebaruan sekaligus kenyamanan keseharian yang selalu hadir dan tidak hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau, yang hadir dan memberiku jawaban. Garis putus-putus yang membentang antara terang dan gelap; notasi tak sempurna dari peta yang batasnya kita buat bersama. Pembuka pintu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;atlas&lt;/span&gt;; perjalanan adalah rumahmu. Pikir dan laku yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gestalt&lt;/span&gt;, utuh, satu. Berkas cahaya yang tak hilang saat malam menelan terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau, teka-teki yang tidak ingin aku pecahkan hari ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ingat aula megah itu? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terima kasih yang tak terhingga.&lt;/span&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1578960133635035869?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1578960133635035869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1578960133635035869' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1578960133635035869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1578960133635035869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/09/guru.html' title='Guru'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-2352977963785645168</id><published>2011-08-21T00:19:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T06:25:43.046-07:00</updated><title type='text'>Musa, di Bukit Nebo</title><content type='html'>Empat puluh tahun menjelang. Ada yang menghampiri, ada yang pergi, ada yang kembali, ada yang datang, ada yang hilang. Bulir telah kukumpulkan. Benih telah kusebar. Ada yang meranggas, beberapa mengakar. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Akankah kalian terus hadir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akankah kalian berhenti meragu, dan berjalan bersamaku?&lt;br /&gt;Akankah aku merelakan kalian,&lt;br /&gt;keluar jalur sementara waktu, sekadar untuk mengingat kembali keajaiban pulang? &lt;br /&gt;Akankah setibanya di tanah yang dijanjikan, kita menyerah pada keseharian dan membiarkan lupa memisahkan kita? &lt;br /&gt;Akankah aku merelakan kalian,&lt;br /&gt;satu persatu tumbuh dan bermetamorfosa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-2352977963785645168?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/2352977963785645168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=2352977963785645168' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2352977963785645168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2352977963785645168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/08/musa-di-bukit-nebo.html' title='Musa, di Bukit Nebo'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3210166320514177562</id><published>2011-08-20T23:30:00.000-07:00</published><updated>2011-11-10T00:29:10.495-08:00</updated><title type='text'>Hari Matahari</title><content type='html'>Lelah aku mendengar firman tentang keagungan dan kemuliaanmu: dengan mata dan telingaku sendiri kusaksikan aib dan kejatuhanmu. Tapi kau tetap dan selalu ada disini. Kasihmu bukan temaram purnama. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kasihmu adalah lidah api matahari.&lt;/span&gt; Bara dan cahaya yang membakar perih tetapi juga memberi. Yang membinasakan tetapi juga menumbuhkan. Gravitasimu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kau mengajariku jatuh lalu berdiri&lt;/span&gt;. Kau mengingatkanku akan kejatuhan manusia. Bahasa adalah jurang kita, tapi pijarmu menjembataninya. Betapapun sakit, betapapun aku benci, betapapun kuingin kau mati, kau tak berhenti menjaga dan menemani. Tak berhenti ada. Terima kasih. Terima kasih untuk terangmu, yang mengenalkanku pada luka, dan juga pada dunia dan keindahannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3210166320514177562?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3210166320514177562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3210166320514177562' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3210166320514177562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3210166320514177562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/08/hari-matahari.html' title='Hari Matahari'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5352222519884738753</id><published>2011-06-02T18:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T18:43:36.861-07:00</updated><title type='text'>Ithaka</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suburban kesayangan saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berumah pada perjalanan pulang—&lt;span style="font-style:italic;"&gt;yang berarti, berumah pada perjalanan itu sendiri&lt;/span&gt;—itu sakit, melelahkan, tapi itulah yang membuat rumah kita, fisiknya, dan semua yang ada di dalamnya, begitu indah dan selalu kita nantikan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ithaka, rumah  yang pada akhirnya tenang dan damai, hanyalah beberapa bait penutup saja dari ribuan bait epik Odiseus&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5352222519884738753?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5352222519884738753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5352222519884738753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5352222519884738753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5352222519884738753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/06/ithaka.html' title='Ithaka'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3097979694949522622</id><published>2011-04-28T19:14:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T19:22:15.329-07:00</updated><title type='text'>Hidup</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Gerimis. Di luar dingin. Duduk di sofa sembari minum secangkir teh panas manis. Ada telepon, ada yang meminta tolong. Malas sebenarnya, tetapi mesti. Kembali ke rumah. Serial favorit tayang di televisi. Lanjut marathon DVD film kesukaan sambil sesekali menyapa teman-teman di jejaring sosial. Cerita di film itu manis dan menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Semoga saya tidak akan hidup seperti tulisan di samping ini. Saya tak ingin duduk nyaman, menyerah pada keberuntungan dan larut dalam yang telah silam di sudut hunian seperti seonggok benda mati. Saya tak mau bekerja setengah hati. Saya ingin melompat, terbang, menari, lalu berlari. Menutup bumi dengan jejak kaki. Menapaki kota-kota yang belum pernah saya datangi. Menyapa wajah-wajah yang asing sama sekali. Merajah tubuh dengan aksara yang tak saya mengerti. &lt;i&gt;Saya ingin hidup untuk mengalami dan berbagi.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3097979694949522622?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3097979694949522622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3097979694949522622' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3097979694949522622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3097979694949522622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/hidup.html' title='Hidup'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5784473792181092239</id><published>2011-04-28T19:13:00.001-07:00</published><updated>2011-04-28T19:13:29.406-07:00</updated><title type='text'>Sisi Lain</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Even a stopped clock is right twice a day.&lt;/span&gt; Manusia bukan makhluk satu dimensi: siapapun punya cerita untuk didengar, sesuatu untuk dipelajari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5784473792181092239?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5784473792181092239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5784473792181092239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5784473792181092239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5784473792181092239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/sisi-lain.html' title='Sisi Lain'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3164198368916074304</id><published>2011-04-28T19:12:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T19:13:00.404-07:00</updated><title type='text'>Socrates</title><content type='html'>Berpikir adalah kemerdekaan yang seringkali luput.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3164198368916074304?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3164198368916074304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3164198368916074304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3164198368916074304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3164198368916074304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/socrates.html' title='Socrates'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8799978936393310733</id><published>2011-04-27T19:13:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T19:18:54.593-07:00</updated><title type='text'>Gladi Resik</title><content type='html'>“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;It is inevitable that things go wrong in live performances, but mistakes are just things that you overcome—they’re not a big issue.&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;—Charlie Siem, pemain biola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman mengajari saya: rencana yang sempurna dan perseteruan idealis versus realis itu tidak pernah ada. Yang harus kita punya itu rencana cadangan yang sempurna dan segala kesiapan menghadapi kenyataan apapun di lapangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8799978936393310733?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8799978936393310733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8799978936393310733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8799978936393310733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8799978936393310733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/gladi-resik.html' title='Gladi Resik'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6626113681144294</id><published>2011-04-27T19:08:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T19:12:37.915-07:00</updated><title type='text'>Brava</title><content type='html'>Seorang penulis yang saya lupa pernah berkata, tak ada yang lebih cabul dari tepuk tangan penonton teater: apapun yang terjadi di panggung cukup untuk membuat tepuk tangan bergemuruh. Tapi buat saya, yang amatir dan berpikiran sederhana, apresiasi yang tulus itu lebih dari cukup untuk mengangkat jiwa dan membuat saya merasa berharga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6626113681144294?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6626113681144294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6626113681144294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6626113681144294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6626113681144294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/brava.html' title='Brava'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4107895226253742327</id><published>2011-04-26T23:05:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T19:06:39.709-07:00</updated><title type='text'>Hardik</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Buat seorang teman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan, semoga saya tidak akan pernah menghardik siapapun yang membuat hidup saya sedikit lebih mudah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4107895226253742327?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4107895226253742327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4107895226253742327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4107895226253742327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4107895226253742327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/hardik.html' title='Hardik'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7645746348355012158</id><published>2011-04-26T19:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T19:18:35.587-07:00</updated><title type='text'>Hipster adalah Istilah yang Masih Sulit Saya Mengerti</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Emang masih jaman ngatain selera orang lain?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin saya katakan: antusiasme itu seksi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7645746348355012158?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7645746348355012158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7645746348355012158' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7645746348355012158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7645746348355012158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/hipster-adalah-istilah-yang-masih-sulit.html' title='Hipster adalah Istilah yang Masih Sulit Saya Mengerti'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5267260184147865971</id><published>2011-04-26T19:06:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T19:18:09.743-07:00</updated><title type='text'>Hujan Kata di Batas Senja</title><content type='html'>Senja tiba di ujung alinea. Aku ingin bersembunyi di halaman yang belum pernah kau buka, tapi halaman itu tak ada: kau adalah pembaca yang rakus. Hujan semakin deras. Kataku, bolehkah kita berteduh dulu sampai ia reda? Malah kau gamit tanganku, mengajakku melaluinya, tanpa payung, tanpa jas hujan, tanpa jeda. Lalu kubilang, aku ingin mencari pelangi meskipun senja itu ia hanya sekadar kata. Tapi kau ingin segera tiba di entah apa. Mungkin titik, mungkin koma, mungkin halaman terakhir cerita, mungkin daftar pustaka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5267260184147865971?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5267260184147865971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5267260184147865971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5267260184147865971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5267260184147865971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/hujan-kata-di-batas-senja.html' title='Hujan Kata di Batas Senja'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4455377732801275451</id><published>2011-04-16T21:41:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T21:44:58.581-07:00</updated><title type='text'>Komisi Pengalihan Perhatian</title><content type='html'>“Kasus itu kembali diungkit kembali sementara kita nyaris kehabisan distraksi. Ada gagasan, bapak-bapak?”&lt;br /&gt;“Kasus lokal yang menarik sudah habis? Skandal artis?”&lt;br /&gt;“Saya punya ide pak, rekaman video polisi di daerah yang gemar menyanyi dan menari India,”&lt;br /&gt;“Coba kita lihat bersama,”&lt;br /&gt;“Hmm,”&lt;br /&gt;“Menarik juga,”&lt;br /&gt;“Bisa melahirkan kontroversi, sepertinya,”&lt;br /&gt;“Apa tidak terlalu biasa? Kurang kena buat saya,”&lt;br /&gt;“Saya pikir, sementara ini bolehlah kita pakai dia. Kita punya jangka waktu tiga hari untuk memikirkan langkah selanjutnya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4455377732801275451?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4455377732801275451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4455377732801275451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4455377732801275451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4455377732801275451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/komisi-pengalihan-perhatian.html' title='Komisi Pengalihan Perhatian'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4064676329283794811</id><published>2011-04-16T02:14:00.001-07:00</published><updated>2011-04-16T02:16:23.775-07:00</updated><title type='text'>Sebelum Sampai</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dik, sebelum tiba di gerbang Soemardja, ingat-ingat ini&lt;/span&gt;: kita adalah penggerak peradaban yang disisihkan rasio dan logika. Kita tak terbiasa mengeluh menangisi diri. Kita terbiasa jatuh tersungkur dan hancur lalu berdiri lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4064676329283794811?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4064676329283794811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4064676329283794811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4064676329283794811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4064676329283794811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/sebelum-sampai.html' title='Sebelum Sampai'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7285779767082061759</id><published>2011-04-15T21:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T21:47:50.228-07:00</updated><title type='text'>Anggur</title><content type='html'>Betul, kita memilih anggur berdasarkan labelnya. Tapi toh bukan cerita, data, angka, ataupun kata yang kita sesap saat sumbat botolnya terbuka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7285779767082061759?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7285779767082061759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7285779767082061759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7285779767082061759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7285779767082061759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/anggur.html' title='Anggur'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-2373702950396988852</id><published>2011-04-14T21:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T21:50:06.770-07:00</updated><title type='text'>#</title><content type='html'>Sudut pandang itu kita yang pilih sendiri: keluh kesah dan sumpah serapah yang saling sangkut seperti benang rajut kusut, atau ladang persemaian gagasan yang kelak tumbuh dan akhirnya memberi teduh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@twitter&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-2373702950396988852?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/2373702950396988852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=2373702950396988852' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2373702950396988852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2373702950396988852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/blog-post.html' title='#'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3443742659348594022</id><published>2011-04-13T19:34:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T19:43:28.983-07:00</updated><title type='text'>Bersama</title><content type='html'>Terima kasih untuk mengingatkan saya tentang arti bersama. Betapapun dangdutnya, kelak kata itu akan menjadi kemewahan buat kita—buat saya, terutama. Terima kasih, akan saya nikmati hingga habis waktunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ih, jadi sedih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3443742659348594022?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3443742659348594022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3443742659348594022' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3443742659348594022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3443742659348594022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/bersama.html' title='Bersama'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3323272125577878068</id><published>2011-04-12T19:40:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T19:44:58.170-07:00</updated><title type='text'>Sukarela</title><content type='html'>Sering kita menghargai sesuatu karena kerapuhannya. Nyawa misalnya.  Atau perdamaian dunia. Atau hubungan antara sepasang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering, yang terlihat begitu rapuh rupanya tegar dan perkasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Neil Gaiman, dalam kumpulan kisahnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fragile Things&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“As I write this now, it occurs to me that the peculiarity of most things we think of as fragile is how tough they truly are. There were tricks we did with eggs, as children, to show how they were, in reality, tiny load bearing marble halls; while the beat of a butterfly in the right place we are told, can create a hurricane across an ocean. Hearts may break, but hearts are the toughest of muscles, able to pump for a lifetime, seventy times a minute, and scarcely falter along the way. Even dreams, the most delicate and intangible of things, can prove remarkably difficult to kill.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia boleh terlihat rapuh dan lemah. Manusia bisa dengan mudah kehabisan tenaga, menghilang dalam kejenuhan rutinitas kesehariannya, terputus dari kesadarannya akan dirinya sendiri, dan akhirnya kehilangan makna. Ia menjadi sekadar roda gigi dalam suatu mesin raksasa. Namun ia bukannya tak berdaya. Manusia, samudera, dan bintang kejora menyerpih dari ledakan yang sama. Manusia bisa sama perkasanya dengan mereka. Ketika manusia bersungguh menggunakan tenaganya, secara sadar dan sukarela, ia menjadi ada yang bermakna. Ia menjadi begitu kuat dan begitu banyak perubahan yang bisa ia perbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihatnya dari layar kaca. Di Jepang: saat para relawan setempat bekerja tanpa lelah membantu mereka yang selamat dari bencana gempa. Di Bali: saat seorang pria biasa tergerak membopong dan menyelamatkan tubuh-tubuh yang bergelimpangan saat bom meledak. Di Kalimantan: saat seorang lulusan akuntansi dari sebuah perguruan tinggi negeri ternama malah menghabiskan waktu di dusun sebuah pedalaman, mengajar anak-anak di sekolah reyot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihatnya di depan mata, di yayasan dimana saya bekerja: mereka, yang berambisi begitu tinggi, yang ritme hidupnya begitu cepat dan padat, membagi waktu dan tenaga untuk menyentuh, menginspirasi, dan membantu mereka yang lebih muda untuk pergi ke luar negeri, belajar dan menyentuh banyak orang, membangun persahabatan, lalu kemudian kembali dan terus berbagi inspirasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukarela begitu kuat dampaknya karena ia berangkat dari kesadaran—dari keinginan, bukan kebutuhan, yang diejawantahkan menjadi kerja. Secara sadar ingin—suka—itulah kuncinya. Karena suka, maka pelakunya rela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, manusia dan segala kemampuannya, ada batasnya. Manusia bukan mesin dengan energi tak terbatas. Batas itu—kerapuhan itu—yang membuat kerja sukarela seseorang berharga. Menunjukkan sesuatu yang di zaman sekarang begitu sulit dipercaya, begitu langka, begitu rapuh: harapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mudah untuk mengeluhkan kondisi diri dan keadaan dunia hari ini. Pilih saja dari sekian banyak media yang ada untuk menyerapah di dunia maya. Berapa banyak dari kita yang menyadari, kita punya diri ini: kepala, tangan, dan kerelaan hati, yang sebenarnya bisa berdiri, bergerak, dan melakukan perubahan, betapapun sedikit, betapapun renik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk semua sukarelawan di dunia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3323272125577878068?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3323272125577878068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3323272125577878068' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3323272125577878068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3323272125577878068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/sukarela.html' title='Sukarela'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1350022371338717332</id><published>2011-04-11T19:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T19:42:17.060-07:00</updated><title type='text'>Melihat</title><content type='html'>Ketika mata tertutup, lebih banyak yang bisa dilihat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1350022371338717332?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1350022371338717332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1350022371338717332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1350022371338717332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1350022371338717332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/melihat.html' title='Melihat'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-323075499922492629</id><published>2011-04-10T19:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T19:41:56.030-07:00</updated><title type='text'>İstanbul</title><content type='html'>Di halaman Aya Sofia, seekor camar membuang kotorannya di kepala saya. Selamat, kamu baru mendapat jimat keberuntungan, kata kedua teman Turki saya dengan senyum lebar. Nyaris kesal karena kotoran di kepala, saya malah terbahak mendengar mereka.  Bukan hanya berdiri di dua benua, kota ini berdiri di dua masa. Betul, mobil-mobil canggih lalu lalang, kereta listrik dan kereta bawah tanah berlintasan, dan butik-butik mahal yang bisa anda lihat juga di New York dan Los Angeles bertebaran. Namun hanya di sana, saya pikir, sayup azan bersimfoni laras dengan hip-hop lokal. Hanya di sana penjaga toko buku memberikan secangkir teh apel panas pada setiap pengunjung yang datang, tak peduli mereka membeli atau sekadar melongok jendela pajang. Hanya di sana Marlboro dijepit di tangan kiri sementara tasbih berayun di tangan kanan. Hanya di sana, beberapa langkah dari kafe-kafe dan bar temaram, terdapat makam seorang sultan agung dimana doa-doa tak henti didaraskan. Huzun—rasa murung—boleh merundung, namun kota itu, yang telah berkali jatuh, lalu bangkit lagi, terbiasa menatap ke depan, bertanya, lalu apa sekarang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-323075499922492629?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/323075499922492629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=323075499922492629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/323075499922492629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/323075499922492629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2011/04/istanbul.html' title='İstanbul'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-2318930384514629374</id><published>2010-12-17T22:22:00.002-08:00</published><updated>2010-12-17T23:38:08.097-08:00</updated><title type='text'>Wa Wa Warung</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;WARTEG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik warteg di Senayan itu tak pernah nonton acara gosip atau berita sensasi di TV. Ia melihat kejadian langsungnya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WARTEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjaga wartel itu bergeming. Si pengemis tua sekali lagi merapal mantranya. Penjaga wartel tetap diam saja. "Bu, kalo ini warung telekomunikasi. Bentar lagi jadi warung internet malah. Komunikasi udah nggak dipake lagi," kata seorang pengantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WASERBA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Maaf bu, kalo yang itu udah lama kosong," kata pegawai warung serba ada kepada seorang wanita tua yang berharap bisa menemukan Keadilan atas tanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WARUNG PADANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau belom bisa bawa enam puluh empat piring, bawa satu-dua saja juga tak apa-apa!" kata Uda Rohim pada anak buah barunya, sesaat setelah delapan piring pecah dan lantai warung lengket oleh kuah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;WARUNG KOPI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekat, gelap, pahit, nikmat. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-2318930384514629374?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/2318930384514629374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=2318930384514629374' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2318930384514629374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2318930384514629374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/12/wa-wa-warung_5445.html' title='Wa Wa Warung'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-643919568155021822</id><published>2010-12-14T04:46:00.001-08:00</published><updated>2010-12-14T05:05:48.470-08:00</updated><title type='text'>Taksim</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;London, Istanbul, Jakarta, semoga tak ada lagi di kota selanjutnya, semoga tak ada lagi selamanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melawat ke negeri orang bukan sesuatu yang sering saya lakukan, namun sekali lagi, sebuah bom meledak di kota tujuan saya. Pergi berita duka dari rumah, tiba dengan dentum di atas tanah. Mengingat kembali tujuan kedatangan saya kadang membuat saya merasa hampa. Sia-sia. Toh hidup ini pendek dan dunia akan hancur pada akhirnya.  Tapi saya adalah sedikit dari yang percaya, dan jika yang sedikit ini berkurang satu lagi... Dekan sekolah saya, Yasraf Amir Piliang, tentang subkultur dan  gerakan-gerakan 'subversif', berkata, "Kalau masih ada yang bisa disuarakan, maka suarakan,"  Ya, sekarang saya ragu, amat ragu, tapi saya setidaknya saya bisa mereka masa depan--tidak, saya menulis masa depan. Saya punya harapan. Saya masih percaya. Saya individu, manusia merdeka, yang punya suara, bukan serpih segumpal massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Lawan dari ketakutan hanya satu, kita semua tahu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tahu lawan dari rasa benci itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-643919568155021822?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/643919568155021822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=643919568155021822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/643919568155021822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/643919568155021822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/12/taksim.html' title='Taksim'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-347194748789466445</id><published>2010-12-13T05:11:00.000-08:00</published><updated>2010-12-14T05:31:40.572-08:00</updated><title type='text'>Setelah Ragnarok</title><content type='html'>Setelah Ragnarok, jika masih ada manusia, dan peradaban kembali ke dunia, mungkin Leuwigajah, atau Bantargebang, menjadi surga para arkeolog. Macam Pompeii atau Sangiran. Mungkin karena cerita fiksi lebih kuat dan lebih 'nyata' dari kisah nyata, 1984, A Clockwork Orange, atau Brave New World dianggap sejarah yang sahih adanya. Mungkin Disneyworld dianggap sebuah tempat suci (ada benarnya, bagi beberapa). Mungkinkah Lembah Para Raja, atau Piramid Giza, sebenarnya bukan peristirahatan para raja? Mungkinkah itu proyek pengembang swasta, yang dijual kepada masyarakat berduit, semacam San Diego Hills pada masanya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-347194748789466445?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/347194748789466445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=347194748789466445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/347194748789466445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/347194748789466445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/12/setelah-ragnarok.html' title='Setelah Ragnarok'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4294710322602423371</id><published>2010-10-20T03:18:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T03:30:32.272-07:00</updated><title type='text'>Membaca</title><content type='html'>"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bacalah,&lt;/span&gt;" &lt;br /&gt;--firman pertama Tuhan pada Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya bertanya, apa lagi yang tidak bisa dikomodifikasi di Indonesia sekarang ini? Saya berani menjawab, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;membaca&lt;/span&gt;. Membaca, sebagai suatu aktivitas, bukan buku. Butuh kemauan keras, kekuatan hati, dan keteguhan untuk melakukannya (dengan benar), dan, setidaknya di Indonesia, tidak akan ada yang peduli dengan apa yang anda baca, sesulit apapun itu. Aktivitas itu begitu rendah hati, begitu personal, tersembunyi, bahkan. Mulai membaca sesuatu, lalu menyelesaikannya, berarti berusaha untuk menggapai sesuatu yang bernilai dengan usaha sendiri dan dengan penuh kesadaran akan konsekuensinya. Itulah yang menurut saya tidak akan bisa dikomodifikasi. Itulah hakikat manusia. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerja&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4294710322602423371?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4294710322602423371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4294710322602423371' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4294710322602423371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4294710322602423371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/10/membaca.html' title='Membaca'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1580996530972688839</id><published>2010-10-19T01:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T03:32:44.195-07:00</updated><title type='text'>Sebentar Lagi</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, kalian akan melihat betapa luas dunia. Bahwa ia bukanlah sebingkai kotak kaca. Ia adalah pengalaman yang harus kalian hayati dengan semua indera. Yang harus kalian dengar, hirup, coba, raba. Yang harus kalian hidupi dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, kalian akan menyadari: kelapangan dada, kerendahan hati, dan kemauan berbagi akan membawa kalian kemana saja. Dari meja makan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fine dining&lt;/span&gt; di restoran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gourmet&lt;/span&gt; ternama sampai meja kayu Gisin. Dari kerja desain multimedia di balik MacBook Pro sampai menyerut bambu di tengah malam dingin. Dari berbincang dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata sampai terbahak dengan pedagang telor asin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, kalian akan memahami betapa kuatnya kepala, hati, dan tangan manusia. Banyak yang akan merintang, mencengkram, melepeh, menoreh... tapi kalian yang telah terlempar ke nadir lalu berdiri, pasti mampu mengatasi. Dalam pincang, perlahan, berjalan kembali. Sebentar lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, kalian, yang berjalan tertatih dengan kecamuk imajinasi dalam kepala dan tangan yang letih untuk mengejawantahkannya, akan melihat sendiri: kalian begitu kuat, begitu hebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlapanglah dada. Berjalanlah dengan kepala merendah, namun tetap bangga. Sebentar lagi kalian akan tiba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1580996530972688839?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1580996530972688839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1580996530972688839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1580996530972688839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1580996530972688839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/10/sebentar-lagi.html' title='Sebentar Lagi'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5274469642169254887</id><published>2010-10-19T01:37:00.001-07:00</published><updated>2010-10-19T01:46:21.378-07:00</updated><title type='text'>Setelah Sepuluh Sepuluh Sepuluh</title><content type='html'>Angka sepuluh sudah terlalu klise untuk saya tulis lagi. Pada akhirnya hari itu bukanlah tentang strategi budaya, pembelajaran hari tua, atau pengalaman berharga. Pada akhirnya hari itu adalah satu cerita. Yang bukan sekadarnya. Ia hadir. Masif. Menyambut. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada&lt;/span&gt;. Tentang kekuatan khayal manusia. Tentang keteguhan hatinya. Tentang kemampuan tangannya. Dan bagaimana pengejawantahan itu semua merangkul, memeluk, menjadi sebuah noktah mungil dalam semesta. Sebuah ruang kecil dimana manusia membuktikan harkatnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lalu manusia menjadi elemen ruang yang paling utama&lt;/span&gt;. Cerita kecil ini akan terus meraung, menginterupsi, mengganggu saya. Semoga ia sedikitnya bisa berbisik halus pada siapapun yang sempat hadir di sana, pada hari itu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bisikan halus&lt;/span&gt;, setidaknya, apapun itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5274469642169254887?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5274469642169254887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5274469642169254887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5274469642169254887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5274469642169254887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/10/setelah-sepuluh-sepuluh-sepuluh.html' title='Setelah Sepuluh Sepuluh Sepuluh'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7291869704312839873</id><published>2010-09-03T21:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-03T21:51:58.670-07:00</updated><title type='text'>Penanda yang Melampaui Petandanya</title><content type='html'>Gedung baru itu mengerdilkan apa yang direpresentasikannya: manusia Indonesia, yang lembut dan sederhana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7291869704312839873?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7291869704312839873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7291869704312839873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7291869704312839873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7291869704312839873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/09/penanda-yang-melampaui-petandanya.html' title='Penanda yang Melampaui Petandanya'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4624916033212754930</id><published>2010-09-03T21:07:00.001-07:00</published><updated>2010-09-03T21:24:13.975-07:00</updated><title type='text'>Agustus</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hutang kita adalah doa yang didaraskan leluhur kita dan darah yang mengucur dari tubuh mereka&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini belum selesai. Dan dengan kerendahan hati, kita akan menuntaskannya. &lt;br /&gt;Selama masih ada yang percaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4624916033212754930?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4624916033212754930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4624916033212754930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4624916033212754930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4624916033212754930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/09/agustus.html' title='Agustus'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3191682707381689812</id><published>2010-08-29T07:52:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T08:23:20.395-07:00</updated><title type='text'>Tentang Tahun Ini dan Tanggungan Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sakti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masyarakat Tontonan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, semuanya lima puluh ribu rupiah. Hidup adalah sekadar toserba. Anda suka, silakan ambil, bayar, sampai jumpa. Kita lupa: kita memiliki rentang kelapangan untuk melihat dari berbagai sudut, bukan dari muka layar saja. Kita punya kemampuan memakna, bukan sekadar membeli dan mengguna. Kita &lt;span style="font-style:italic;"&gt;manusia&lt;/span&gt;, bukan belulang yang dilabel harga.&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Sapere aude&lt;/span&gt;! pekik Kant, membuka Zaman Pencerahan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Beranilah mengetahui&lt;/span&gt;. Semoga kita termasuk dari yang berani. Semoga kita berani berbagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses Menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sedikit yang kita ketahui. Kita sendiri belum selesai menjadi. Tapi keping yang aku punya dan keping yang kau punya, bila digabung, mungkin saja membentuk satu gambar besar yang bisa kita maknai bersama.&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Yang bisa kita bagi&lt;/span&gt;. Yang bisa saja menjadi bagian dari gambar besar mereka. Peta mereka. Atau sekadar cerita. Sebuah perspektif baru, setidaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjadi Besar Atau Kecil Adalah Pilihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi wahana mereka &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mengada&lt;/span&gt;, mungkin terlalu mengada-ada. Berlebihan dan sok pahlawan. Tapi pilihan itu ada di tangan kita: apakah ini akan berakhir seperti kisah Sisifus, atau sepotong narasi yang betapapun kecilnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ada&lt;/span&gt; dan punya makna. Kita yang gores batasnya. Bersama-sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itu yang aku percaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3191682707381689812?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3191682707381689812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3191682707381689812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3191682707381689812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3191682707381689812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/08/tentang-tahun-ini-dan-tanggungan-kita.html' title='Tentang Tahun Ini dan Tanggungan Kita'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8127660816768178431</id><published>2010-08-29T07:25:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T07:49:46.200-07:00</updated><title type='text'>Sesak</title><content type='html'>I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukira ini semua semudah meniti temali rajutan laba-laba. Betapapun tipisnya, setidaknya jalurnya teratur dan keloknya terduga. Terencana. Tinggal kucari saja peta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerka ternyata bukan sekadar menyibak satu demi satu tirai asumsi: keterlemparan kita adalah teka-teki yang mesti kita pecahkan sendiri, dan teka-tekiku belum selesai kumaknai. Ia sendiri bahkan belum setengah jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu semua menjadi formula. Apakah tidak memilih adalah salah satu pilihan yang aku punya? Kalau tidak, bolehkah aku bersembunyi di toilet saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari bahwa tanda tanya bukan penutup yang tepat untuk semua ini, aku menutup pintu dan tidur kembali. Untuk sementara, tulisan ini kuakhiri dengan koma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8127660816768178431?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8127660816768178431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8127660816768178431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8127660816768178431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8127660816768178431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/08/sesak.html' title='Sesak'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4603877570512286603</id><published>2010-08-27T08:26:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T08:30:22.137-07:00</updated><title type='text'>Disapa</title><content type='html'>Lihat, ia bersembunyi di sela aroma ketiakmu dan jerawat bernanahku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4603877570512286603?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4603877570512286603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4603877570512286603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4603877570512286603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4603877570512286603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/08/disapa.html' title='Disapa'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5666657676677568203</id><published>2010-05-12T12:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T18:46:31.925-07:00</updated><title type='text'>Bandung</title><content type='html'>Bukan MRT, pencakar langit, tarian air mancur, atau bingar klab super liar yang ditawarkannya kepada kita, tapi kepercayaan akan kepemilikan ruang bersama bernama kota, yang diperjuangkan dengan sepenuh jiwa oleh begitu banyak penghuninya. Yang waras, yang gila, bersama mengangkat pensil, pena, kuas, gagasan, kepalan tangan, dan hati mereka tinggi ke angkasa, memekikkan "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;merdeka!&lt;/span&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5666657676677568203?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5666657676677568203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5666657676677568203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5666657676677568203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5666657676677568203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/05/bandung.html' title='Bandung'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1162087797189147091</id><published>2010-05-12T11:40:00.001-07:00</published><updated>2010-05-12T12:04:12.244-07:00</updated><title type='text'>Bicara Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari bicara cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Adakah yang lebih platonis dari cinta ibu pada anaknya&lt;/span&gt;? Sering saya lupa kalau cinta ibu pada anaknya sebenarnya tidak pantas divisualisasikan dengan empuk dan lembutnya selimut warna pastel a la iklan popok atau pelembut pakaian ditambah iringan musik mendayu. Visualisasi yang cocok adalah darah, kental dan merah, seperti ruang penjagalan di Rumah Dara, dengan iringan jerit menahan sakit. Proses melahirkan serupa perjalanan berjingkat diantara kematian. Dan merawat dan membesarkan sang bayi bukanlah tentang ruangan putih nyaman seperti di iklan sabun bayi, tapi tentang membersihkan pantat bayi yang belepot kencing dan tahi, pekik yang membangunkan di malam hari, dan segala cerca, hina, dan maki saat sang bayi mulai merasa mampu hidup sendiri. Hidup setiap manusia adalah cinta ibunya, yang karena diberikan dengan begitu susahnya, pantas diperjuangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1162087797189147091?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1162087797189147091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1162087797189147091' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1162087797189147091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1162087797189147091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/05/hari-ini-dan-segala-hari-adalah-hari.html' title='Bicara Cinta'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5733423883422465224</id><published>2010-05-10T12:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T12:15:38.256-07:00</updated><title type='text'>Tuhan Saja Maha Pengampun</title><content type='html'>Mengeringkan luka memang sakit dan lama, tapi karenanya, kita belajar untuk tidak mengulanginya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5733423883422465224?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5733423883422465224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5733423883422465224' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5733423883422465224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5733423883422465224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/05/tuhan-saja-maha-pengampun.html' title='Tuhan Saja Maha Pengampun'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6705578136296888750</id><published>2010-05-07T20:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T20:24:52.650-07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih</title><content type='html'>Tetaplah di tempatmu. Pun aku akan berdiam di sudut spektrum yang lain darimu, dimana warna meraung lebih keras dari kata. Dan biarkan setiap momen terhapus, setiap memori pupus, sehingga cukup alasan bagimu untuk merekanya lagi denganku di satu titik temu yang orang lain tak perlu tahu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6705578136296888750?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6705578136296888750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6705578136296888750' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6705578136296888750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6705578136296888750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/05/terima-kasih.html' title='Terima Kasih'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8915737644201651076</id><published>2010-05-01T06:38:00.001-07:00</published><updated>2010-05-01T06:40:50.224-07:00</updated><title type='text'>Piknik</title><content type='html'>Mari piknik denganku, ke padang tak terpeta, dimana kompasmu adalah rasa, yang mungkin terhimpit kata dan terselip tanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari piknik denganku, ke balik kelambu dimana napas kita beradu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8915737644201651076?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8915737644201651076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8915737644201651076' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8915737644201651076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8915737644201651076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/05/piknik.html' title='Piknik'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-2474878239755876989</id><published>2010-04-19T06:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T06:44:21.945-07:00</updated><title type='text'>Apakah Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tanjung Priok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarah menumbukkan kita pada cermin retak yang menampakkan wajah kita yang seutuhnya--wajah kita sebagai manusia. Dan dalam hantaman yang sedemikian kuatnya, sungguh mudah untuk membiarkan naluri mengambil alih akal budi. Gapura itu, dan segala yang kita sebut peradaban, runtuh sudah ketika yang satu memiliki hasrat menghabisi yang lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-2474878239755876989?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/2474878239755876989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=2474878239755876989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2474878239755876989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2474878239755876989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/04/apakah-kita.html' title='Apakah Kita'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5803392416030766395</id><published>2010-04-10T22:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T23:11:13.731-07:00</updated><title type='text'>Menurut Gue, Lo Adalah Orang yang Ga Pernah Berhenti Befilsafat</title><content type='html'>"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Befilsafat adalah berpikir radikal.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang rasanya mengenal orang-orang yang menghayati keseharian dalam pemikiran yang, meski sekilas sangat dasar, namun mengakar, radikal, ketat, tak pernah berhenti, terus menjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5803392416030766395?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5803392416030766395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5803392416030766395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5803392416030766395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5803392416030766395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/04/menurut-gue-lo-adalah-orang-yang-ga.html' title='Menurut Gue, Lo Adalah Orang yang Ga Pernah Berhenti Befilsafat'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8282594511172230877</id><published>2010-04-03T22:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T12:05:11.894-07:00</updated><title type='text'>Senyum-senyum Sendiri di Patas AC</title><content type='html'>Diantara kembang rekah dan jemuran basah aku &lt;br /&gt;berjingkat, dan tersesat, mencari arti sekilas tatap dan gumam tertahan, &lt;br /&gt;tak perlu kucapai pintu keluar dengan selamat: labirin ini &lt;br /&gt;cukup buatku. Aku ingin hilang &lt;br /&gt;dalam pusaranmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8282594511172230877?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8282594511172230877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8282594511172230877' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8282594511172230877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8282594511172230877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/04/senyum-senyum-sendiri-di-patas-ac.html' title='Senyum-senyum Sendiri di Patas AC'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8906520843378875741</id><published>2010-03-30T11:18:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T22:08:31.800-07:00</updated><title type='text'>Aku Pulang Minggu Ini</title><content type='html'>Selepas pesta kembang api dimana matamu nyala lalu meledak dalam tanya seperti klepon meletuskan gula, yang tersisa hanya kerak karamel di panci, rona jingga  di pipi, dan sampan yang perlahan menepi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8906520843378875741?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8906520843378875741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8906520843378875741' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8906520843378875741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8906520843378875741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/03/aku-pulang-minggu-ini.html' title='Aku Pulang Minggu Ini'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3496338744782456540</id><published>2010-03-28T05:28:00.001-07:00</published><updated>2010-03-28T06:03:42.877-07:00</updated><title type='text'>Sendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Takutlah kau dibenci&lt;/span&gt;. Sendiri adalah satu ketakutan besar manusia. Pidi Baiq, yang berjalan dan menari sendiri dalam kepalanya, dihina beberapa, dicinta yang lainnya, tentu paham apa yang dikatakannya itu. Tapi orang-orang yang sempat hadir dan meninggalkan jejak mereka pada hati orang lain dan pada dunia, adalah orang-orang yang sempat dibenci, sendiri, mencicipi hidup dalam sunyi. Mereka, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;yang pernah hidup dalam ketakutan&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3496338744782456540?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3496338744782456540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3496338744782456540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3496338744782456540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3496338744782456540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/03/sendiri.html' title='Sendiri'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-460051477754639692</id><published>2010-03-28T05:27:00.001-07:00</published><updated>2010-03-28T19:31:21.666-07:00</updated><title type='text'>Tentang Pembantaian Para Penyihir Eropa dan Amerika Utara Abad Pertengahan</title><content type='html'>Barangkali sebabnya alkimia dihapus dan ditimpa begitu saja oleh persamaan-persamaan kimia adalah ketakutan manusia akan keajaiban, akan perubahan besar yang ditawarkannya. Ketika timah hitam menjadi emas, angka karat yang tertera pada balok-balok berkilauan itu hilang maknanya. Struktur pun hancur. Lalu para alkemis, ilmuwan keajaiban itu, bersama para peramal, penyihir dan lainnya yang kita masukkan dalam satu keranjang "aneh dan berbeda", dibantai di alun-alun kota. Ketakutan-ketakutan purba itu, akan keajaiban, perubahan, keanehan, perbedaan, penyimpangan dari yang dimengerti, kesadaran manusia memakna dan menjadi, masih ada. Ia ada dalam derum nyaring para anggota geng motor, foto-foto narsis para siswi SMA di WC, obrolan berisik satu geng gaul di tengah konser atau saat pemutaran film di bioskop, anggukan perlahan para anggota dewan, dan tatap kosong para kepala negara di konferensi-konferensi tingkat tinggi. Sama adalah rasa yang luar biasa nyamannya. Menjadi individu adalah perjalanan yang pedih. Namun saya percaya, tanpa pernah merasa perih, kita takkan pernah mengada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-460051477754639692?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/460051477754639692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=460051477754639692' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/460051477754639692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/460051477754639692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/03/tentang-pembantaian-para-penyihir-eropa.html' title='Tentang Pembantaian Para Penyihir Eropa dan Amerika Utara Abad Pertengahan'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4245374025746041385</id><published>2010-02-24T23:48:00.001-08:00</published><updated>2010-02-24T23:48:53.990-08:00</updated><title type='text'>Pada Kemana?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Teringat obrolan kecil dengan pak polisi saat mengurus surat kehilangan barang (dompet, yang ternyata tidak hilang atau dicuri orang, tapi terbenam di dalam tas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana perginya karya-karya seni? Bukankah harusnya ia menjadi penawar kebanalan, pengingat kejatuhan sekaligus keagungan manusia? Lihat, Ia dipingit, disembunyikan, dijauhkan dari sinar matahari, agar kualitasnya tetap dan pada saat yang tepat dapat dijual lagi. Masyarakat, yang membidani karya-karya itu, memotong ari-arinya dan memberinya susu, adalah ibunda Malin Kundang. Jadilah batu! kutuk mereka pilu. Tapi sebagaimana semua kutukan di bumi, kutukannya adalah untuk dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana perginya para penikmat seni? Setelah malam pembukaan, dimana hidangan utamanya bukan para karya dan perupanya, melainkan tas mahal, koktail segar, serta tawar dan menawar, galeri-galeri mendadak sepi. Lengang  karena judul pameran dan catatan kuratorialnya mengusir yang awam pergi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4245374025746041385?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4245374025746041385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4245374025746041385' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4245374025746041385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4245374025746041385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/pada-kemana.html' title='Pada Kemana?'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5668531023790236622</id><published>2010-02-24T23:47:00.004-08:00</published><updated>2010-02-24T23:48:28.566-08:00</updated><title type='text'>Sudah Jangan Marah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Artikel-artikel Seni Rupa Kompas Minggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab itu, aliran ini... mengapa saling maki? Toh seni terlalu cair untuk terpenjara dalam satu definisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5668531023790236622?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5668531023790236622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5668531023790236622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5668531023790236622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5668531023790236622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/sudah-jangan-marah.html' title='Sudah Jangan Marah'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5783007641114448372</id><published>2010-02-23T23:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T23:50:25.265-08:00</updated><title type='text'>Gaya Ah</title><content type='html'>Beda adalah ruang berbagi. Modernisme Philip Johnson, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;International Style&lt;/span&gt; adalah kontradiksi. Gaya, hakikatnya adalah pembeda, sebuah ciri. Ketika ia dipaksakan diterima secara internasional, apa pentingnya lagi? Garis-garis lurus.  Persegi, sudut lancip, dan kubus. Permukaan halus. Dingin dalam hati. Lebih baikkah sekarang, setelah semua melepas seragam dan melampaui modernisme? Semua berebut memberi jawaban. Yang terdengar hanya keriuhan, sementara diam-diam, para seniman, desainer, dan arsitek korporasi berkonspirasi menguasai pikiran penduduk bumi. Hihihi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5783007641114448372?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5783007641114448372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5783007641114448372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5783007641114448372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5783007641114448372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/gaya-ah.html' title='Gaya Ah'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3028816685651012464</id><published>2010-02-22T23:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T23:50:02.721-08:00</updated><title type='text'>Pijar</title><content type='html'>Ambil saja pak kembaliannya. Tidak jang, katanya dalam senyum, tegas dan bangga. &lt;br /&gt;Hujan, dan apapun juga, tak mampu memadamkan pijar di mata penjual gorengan depan Salman yang berdagang dari jam sepuluh hingga jam dua pagi itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3028816685651012464?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3028816685651012464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3028816685651012464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3028816685651012464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3028816685651012464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/pijar.html' title='Pijar'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8587139032541441734</id><published>2010-02-22T23:46:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T23:49:38.279-08:00</updated><title type='text'>Langit Hari Ini</title><content type='html'>Sementara terik mengingatkan akan keteduhan yang ditawarkan pepohonan, hujan membuatmu mensyukuri kehangatan mentari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8587139032541441734?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8587139032541441734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8587139032541441734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8587139032541441734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8587139032541441734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/langit-hari-ini.html' title='Langit Hari Ini'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6977095813063679856</id><published>2010-02-20T19:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T20:13:05.039-08:00</updated><title type='text'>Senin Pagi</title><content type='html'>Cahaya menyeruak jendela, terpantul putih tembok bata, menyentuh muka, menyapa. Kopi hitam dari Koffiefabriek Aroma. Roti tawar dengan mentega dari Sumber Hidangan di jalan Braga. Sebatang kretek Sampoerna. Tawa kecil dari atap tetangga. Desau angin di sela cemara. Sesaat kejernihan, tanpa suara, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lalu kau tahu selanjutnya apa&lt;/span&gt;. Senin pagi. Momen visi, detik antisipasi. Titik terdekat dengan masa depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6977095813063679856?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6977095813063679856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6977095813063679856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6977095813063679856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6977095813063679856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/senin-pagi.html' title='Senin Pagi'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3501878061891351439</id><published>2010-02-19T20:35:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T23:16:32.915-08:00</updated><title type='text'>Tengah Malam</title><content type='html'>Di pelukmu, bertekuk lutut manusia, yang coba menjinakkan rasa dan mengurungnya dalam seni dan bahasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3501878061891351439?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3501878061891351439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3501878061891351439' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3501878061891351439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3501878061891351439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/tengah-malam.html' title='Tengah Malam'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6728386813944615697</id><published>2010-02-13T21:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T20:21:15.577-08:00</updated><title type='text'>Lah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;CCF Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat hidup sesuatu yang layak dirayakan adalah kejutan-kejutan kecilnya, yang tak terjangkau prediksi ataupun definisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6728386813944615697?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6728386813944615697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6728386813944615697' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6728386813944615697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6728386813944615697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/lah.html' title='Lah'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6002720425603852417</id><published>2010-02-13T21:21:00.001-08:00</published><updated>2010-02-13T21:22:49.027-08:00</updated><title type='text'>Kapan Main ke Kotaku?</title><content type='html'>Kota ini adalah sehampar senyum lembut berselimut tebal kabut. Dibaliknya, senarai cerita, epik sepanjang Mahabarata, menunggumu untuk bertemu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6002720425603852417?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6002720425603852417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6002720425603852417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6002720425603852417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6002720425603852417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/kapan-main-ke-kotaku.html' title='Kapan Main ke Kotaku?'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7488643589798201799</id><published>2010-02-13T21:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T21:30:22.193-08:00</updated><title type='text'>Kagum</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lawangwangi - Baskoro Tedjo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kagum sesuatu yang terukur, terstruktur, sebuah arsitektur? Kalau jawabannya ya, rasa dan segala hal diluar logika lainnya akan tertunduk malu di pelataran beton dan kaca.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7488643589798201799?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7488643589798201799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7488643589798201799' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7488643589798201799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7488643589798201799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/02/kagum.html' title='Kagum'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8670057060181020516</id><published>2010-02-06T21:42:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T21:45:30.040-08:00</updated><title type='text'>Pesta</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kembang api merah muda menoreh jingga langit senja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu pesta ini akan berakhir nantinya, namun ia hadir dan ada, dan bukan setidaknya apalagi sekadarnya. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8670057060181020516?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8670057060181020516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8670057060181020516' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8670057060181020516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8670057060181020516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2006/02/pesta.html' title='Pesta'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1976704444880604954</id><published>2010-01-31T23:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T00:06:39.686-08:00</updated><title type='text'>Minggu Sore</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Adakah waktu tenang yang lebih menggelisahkan dari minggu sore? Sementara pendar jingga mentari senja perlahan menghilang di balik cakrawala dan kejora mengerjap, tertawa, kita tahu, mentari senin pagi telah berjanji. Ia akan kembali, hari akan berputar lagi, dan janjinya tak pernah ia ingkari. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf terlalu lama menunda. Aku tak ingin minggu sore ini berakhir begitu saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1976704444880604954?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1976704444880604954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1976704444880604954' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1976704444880604954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1976704444880604954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/minggu-sore.html' title='Minggu Sore'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8140683041344425213</id><published>2010-01-29T12:38:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T12:59:34.401-08:00</updated><title type='text'>Pagi Buta</title><content type='html'>Dalam kopermu ada secangkir kopi, segelas mentari senja, sebuah piano tua, sepasang mata yang bertanya, dan sebuah buku cerita yang belum bertuliskan apa-apa. Di luar apartemenmu, Watson minta dibukakan pintu. Kubiarkan saja ia menunggu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8140683041344425213?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8140683041344425213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8140683041344425213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8140683041344425213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8140683041344425213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/pagi-buta.html' title='Pagi Buta'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6061895763831478309</id><published>2010-01-28T20:16:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T21:27:18.188-08:00</updated><title type='text'>Menolak Menjadi Mutlak</title><content type='html'>"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'd just be the catcher in the rye and all. I know it's crazy, but that's the only thing I'd really like to be. I know it's crazy.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--J.D Salinger, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Catcher in The Rye&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan Caulfield merasakan keterlemparan yang sama. Keterlemparaan ke dalam eksistensi, tanpa musabab yang mudah dipahami. Tetapi bukan berarti segalanya jadi hampa dan tanpa arti. Seberapapun tolol kedengarannya, kami berdua sama-sama mencoba mendefinisikan sendiri makna keberadaan kami di dunia ini... Definisi yang masih bisa diedit terus menerus tentunya, seperti halaman Wikipedia, dan tak akan pernah mutlak, selamanya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengenang J.D Salinger, dan semua yang bercerita di ruang antara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6061895763831478309?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6061895763831478309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6061895763831478309' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6061895763831478309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6061895763831478309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/menolak-yang-mutlak.html' title='Menolak Menjadi Mutlak'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-2089811050271232785</id><published>2010-01-28T06:13:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T06:14:43.131-08:00</updated><title type='text'>Bisikan Lantang</title><content type='html'>"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;He wanted to tell her that he was inspired and vigilant and recklessly alone, that his body contained his unsteady heart and something else, something he felt but could not describe: porous and spiky, shifting with flecks of thought, with urge and memory; salted with brightness, flickerings of white and green and pale gold, like stars; something that loved stars because it was made of the same substance.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Michael Cunningham, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Specimen Days&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-2089811050271232785?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/2089811050271232785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=2089811050271232785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2089811050271232785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2089811050271232785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/bisikan-lantang.html' title='Bisikan Lantang'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5122099061485469276</id><published>2010-01-28T02:07:00.004-08:00</published><updated>2010-01-28T02:08:37.859-08:00</updated><title type='text'>Rumah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Titis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat sebuah bangunan menjadi rumah adalah keleluasaan yang ditawarkan kepada kita untuk berjumpa diri kita, siapapun itu. Pada akhirnya, dimanapun kita bisa menyapa hati, disanalah rumah kita berada. Bagi beberapa orang, mungkin perjalanan itu sendirilah tempat mereka pulang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5122099061485469276?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5122099061485469276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5122099061485469276' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5122099061485469276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5122099061485469276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/rumah.html' title='Rumah'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6606185503116278965</id><published>2010-01-27T02:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:15:15.978-08:00</updated><title type='text'>Depdagri</title><content type='html'>Kata sahabat saya, saya adalah seorang penjajah. Wilayah jajahan saya luas, mulai dari karya-karya seni kontemporer terkini, buku-buku tebal, boleh fiksi, boleh non fiksi, film-film yang sulit dimengerti, musik paling unik hari ini, orang-orang yang lucu, seru, dan asyik untuk berdiskusi...hampir semua ranah kajian budaya potensial untuk menjadi jajahan saya. Lama urusan dalam negeri tidak saya urusi, ternyata sudah ada yang menjajah hati. Aw.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6606185503116278965?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6606185503116278965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6606185503116278965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6606185503116278965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6606185503116278965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/depdagri.html' title='Depdagri'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5825933942039940754</id><published>2010-01-26T02:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:30:16.570-08:00</updated><title type='text'>Wahai Alay</title><content type='html'>Kita tertawa melihat mereka, para penganut sekte yang secara peyoratif kita sebut Alay, menyanyikan lagu-lagu pujian mereka, menari gembira dibawah komando sang pengarah gaya, menulis dalam kode rhsiia, menganga, menyaksikan khotbah nabi-nabi mereka. Padahal diam-diam kita menyenandungkan lagu-lagu yang sama dalam ruang karaoke pengap di sudut hati kita. Xixixi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5825933942039940754?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5825933942039940754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5825933942039940754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5825933942039940754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5825933942039940754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/wahai-alay.html' title='Wahai Alay'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-9122768095123140917</id><published>2010-01-26T02:06:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:12:41.873-08:00</updated><title type='text'>Santai</title><content type='html'>Adakah yang konstan di dunia?&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Jangan dulu dijawab&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Arsitektur saja, yang bertubuh beton bertulang baja, berubah sesuai zamannya, apalagi selera. Santai saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-9122768095123140917?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/9122768095123140917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=9122768095123140917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/9122768095123140917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/9122768095123140917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/santai.html' title='Santai'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5016448498766297772</id><published>2010-01-26T02:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:12:26.502-08:00</updated><title type='text'>Pesta Reptilia</title><content type='html'>Saya pikir kita telah sepakat untuk membangun negeri garuda, bukan kubangan binatang melata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5016448498766297772?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5016448498766297772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5016448498766297772' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5016448498766297772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5016448498766297772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/pesta-reptilia.html' title='Pesta Reptilia'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7564816764277077193</id><published>2010-01-25T02:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:12:11.416-08:00</updated><title type='text'>Mereka yang Mendobrak Pintu Stadion</title><content type='html'>Ketika yang tersisa dari onggokan jerangkong itu hanyalah kebanggaan bersama, maka kebanggaan itu, betapapun buas caranya, harus dijaga dan dibela. Karena bagi mereka, hanya itu yang masih berharga, bahkan melebihi jiwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7564816764277077193?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7564816764277077193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7564816764277077193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7564816764277077193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7564816764277077193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/mereka-yang-mendobrak-pintu-stadion.html' title='Mereka yang Mendobrak Pintu Stadion'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5453829419316869128</id><published>2010-01-25T01:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:11:18.180-08:00</updated><title type='text'>Brahma Seakan Tak Hadir di Negeri Kita</title><content type='html'>Membaca sejarah negeri kita seperti membaca dokumen yang difotokopi berkali-kali. Semakin lama, semakin buram, saling tekan dan tindih, hingga fakta yang terekam nyaris tak terbaca. &lt;br /&gt;Diskontinuitas. &lt;br /&gt;Amnesia.&lt;br /&gt;Masyarakat pelupa.&lt;br /&gt;Pemerintah pendusta.&lt;br /&gt;Sementara jutaan tangan mencipta dan menghancur, silih berganti, memahat rupa negeri kita, begitu sedikit yang melestarikan apa yang tercipta, maupun mengingat apa yang hancur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5453829419316869128?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5453829419316869128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5453829419316869128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5453829419316869128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5453829419316869128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/brahma-seakan-tak-hadir-di-negeri-kita.html' title='Brahma Seakan Tak Hadir di Negeri Kita'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3977241416214017108</id><published>2010-01-25T01:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:10:54.310-08:00</updated><title type='text'>Satu</title><content type='html'>Dalam kata "persatuan" terbersit keterpaksaan, kekerasan yang pedih dan kelam. Saya hanya bisa berharap semoga "satu" yang ingin dicapai dalam buku PPKn adalah untaian yang tiap bulir pengisinya terlihat cantik dan bangga pada dirinya, baik sebagai sebulir maupun seuntai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3977241416214017108?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3977241416214017108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3977241416214017108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3977241416214017108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3977241416214017108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/satu.html' title='Satu'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7500071984055701706</id><published>2010-01-24T01:43:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T02:10:32.670-08:00</updated><title type='text'>Intip</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Daily Objects - Pameran Drawing Seni Grafis ITB Angkatan 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bertautan dengan benda-benda. Beberapa diantara benda-benda itu begitu kuatnya hingga mampu menceritakan diri kita--mungkin karena ketergantungan kita padanya, karena kenangan di dalamnya, atau karena makna emosionalnya. Berhenti sejenak, mengamati, mengapresiasi, lalu menggambarkan ulang benda-benda yang bisa "menggambarkan" kita, menguak lebih jauh tentang siapa kita, para pengguna benda itu. Gambar adalah salah satu teknik seni rupa tertua, yang membiarkan garis-garis tangan terbaca secara jelas. Yang nampak--benda, dan kualitas garis yang terlihat, akan berbicara lantang tentang pemiliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat karya-karya dalam pameran ini adalah pengalaman yang mengasyikkan bagi saya. Ia bagaikan mengintip ke balik rok mini: gadis yang memakainya tentu sadar benar auratnya berpotensi diintip, tapi ia tetap yakin dan tetap mengenakan roknya itu. Sama dengan pameran ini. Para perupa tentu berpameran dengan sadar, namun mereka tak akan pernah tahu, apa yang ada dalam kepala orang-orang yang melihat karya-karya mereka. Mungkin mereka hanya menduga. Mungkin, dugaan mereka benar adanya--mereka berhasil mengintip kedalam hidup para perupa. &lt;br /&gt;Bahkan mungkin saja benda-benda ini bisa bercerita lebih jujur dari potret diri yang terlalu banyak retouch-nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7500071984055701706?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7500071984055701706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7500071984055701706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7500071984055701706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7500071984055701706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/intip.html' title='Intip'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8367632949338290266</id><published>2010-01-22T17:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T17:17:09.903-08:00</updated><title type='text'>Wah wah</title><content type='html'>Pantaskah seorang peternak mengiba pada bebek-bebeknya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8367632949338290266?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8367632949338290266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8367632949338290266' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8367632949338290266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8367632949338290266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/wah-wah.html' title='Wah wah'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4248942629781460084</id><published>2010-01-20T19:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T19:20:18.512-08:00</updated><title type='text'>Melempar Sauh</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Butuh keberanian dan kebesaran hati untuk akhirnya berhenti.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4248942629781460084?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4248942629781460084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4248942629781460084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4248942629781460084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4248942629781460084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/melempar-sauh.html' title='Melempar Sauh'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-178651600914091868</id><published>2010-01-19T18:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T19:11:34.736-08:00</updated><title type='text'>Aku Ingin Lebih Intim Lagi Denganmu</title><content type='html'>Hubungan saya dengan Bahasa Indonesia bisa diibaratkan seperti sepasang suami istri hasil perjodohan orang tua yang baru pertama jumpa di pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya sebenarnya adalah sesuatu yang sebenarnya asing bagi saya. Ia adalah sebuah kuil suci yang dijaga pendeta-pendeta tata bahasa dalam surat kabar dan majalah pengetahuan. Ia begitu jauh, nyaris tak tersentuh dalam keseharian.&lt;br /&gt;Di kelas-kelas Bahasa Indonesia, yang saya pelajari adalah begitu banyak rumus, seakan ada kemutlakan dalam berbahasa... bahasa dilihat sebagai sesuatu yang berjarak, suatu benda mati yang bersama-sama diamati. Padahal sesungguhnya ia dihayati dalam keseharian, dalam gumam pendek di pagi hari, dalam pertengkaran suami istri, dalam bisik-bisik iri, dalam pesan pendek telepon seluler tentang perpanjangan nada sambung pribadi. Padahal sesungguhnya ia begitu lentur, begitu cantik. Padahal sesungguhnya bahasa berdegup, berdenyut, hidup... dan seperti juga kehidupan, ia terus menyesuaikan diri, lambat laun berevolusi. Begitu banyak pengalaman berbahasa yang memperkaya bergeletakan di sekolah-sekolah kita. Peribahasa menumpuk di kamar mandi. Pantun melapuk di dalam lemari. Puisi tersembunyi di kolong meja. Dan dalam perpustakaan, begitu banyak karya sastra yang memohon untuk dibaca! Tapi lagi-lagi, yang kita buka adalah buku teks, yang isinya saduran amatir dari karya-karya sastra dan tentu saja, kumpulan rumus tata bahasa. Di negeri ini, aspek bahasa yang kedua dalam dikotomi Saussurean, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;parole&lt;/span&gt;, bahasa yang dipakai dunia nyata, tidak pernah dianggap ada. Menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;parole&lt;/span&gt; adalah perselingkuhan dari yang suci. Sesuatu yang hina, atau setidaknya, kelas dua. Kamu, bukan Lu. Saya, bukan Gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin lebih intim lagi denganmu, istriku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-178651600914091868?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/178651600914091868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=178651600914091868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/178651600914091868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/178651600914091868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/aku-ingin-lebih-intim-lagi-denganmu.html' title='Aku Ingin Lebih Intim Lagi Denganmu'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-5127260248391145480</id><published>2010-01-17T03:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T04:03:48.325-08:00</updated><title type='text'>Utuh</title><content type='html'>Entah bagaimana merangkumnya dalam kata.&lt;br /&gt;Lama saya tidak merasakan sesuatu yang utuh. Yang padu, lengkap, satu. Harapan saya cuma satu di tahun baru. Tahun yang utuh. Bukan sempurna. Bukan tahun tanpa cela. Sebagaimana tahun-tahun lainnya, saya ingin berproses, menggeliat, bergerak, berjalan santai... menuju akhir tahun yang semoga telah menjadi kepingan yang terangkai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-5127260248391145480?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/5127260248391145480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=5127260248391145480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5127260248391145480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/5127260248391145480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2010/01/utuh.html' title='Utuh'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1518923802436011836</id><published>2009-11-08T21:39:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T21:42:08.496-08:00</updated><title type='text'>Aula Dingin yang Megah dan Undangan Menjadi</title><content type='html'>Mereka menyanyikan lagu perjuangan yang sama: perlawanan terhadap ketidakacuhan. Sebuah undangan untuk berhenti, dan bertanya. Undangan untuk menjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1518923802436011836?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1518923802436011836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1518923802436011836' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1518923802436011836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1518923802436011836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/11/aula-dingin-yang-megah-dan-undangan.html' title='Aula Dingin yang Megah dan Undangan Menjadi'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3622526098707252563</id><published>2009-09-02T06:00:00.001-07:00</published><updated>2009-09-02T06:00:51.580-07:00</updated><title type='text'>Akan Datang Terang</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ingat alegori gua Plato?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih percaya ada orang-orang yang berani keluar dari dalam gua untuk merengkuh cahaya, lalu kemudian berani &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kembali&lt;/span&gt;, untuk menebar sedikit harap.&lt;br /&gt;Sedikit harap.&lt;br /&gt;Karena itu saja yang kita butuhkan dalam gelap yang sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mbak Anggie dan Mas Chris, have a great adventure.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3622526098707252563?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3622526098707252563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3622526098707252563' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3622526098707252563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3622526098707252563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/09/akan-datang-terang.html' title='Akan Datang Terang'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-9021007165846765230</id><published>2009-07-18T23:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-18T23:17:41.717-07:00</updated><title type='text'>Menyerapah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;Klik, Bum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kini sejarah ditulis dengan satu jari saja.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-9021007165846765230?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/9021007165846765230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=9021007165846765230' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/9021007165846765230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/9021007165846765230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/07/menyerapah.html' title='Menyerapah'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7508818024195940837</id><published>2009-05-16T02:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T03:03:05.235-07:00</updated><title type='text'>Takut</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Heathrow, Agustus 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu kami mendarat tanpa tahu bahwa Inggris dibawah serangan. Senjata yang dipergunakan begitu berbahaya, dapat melipatgandakan diri dengan sendirinya, lalu menyebar dan membunuh tanpa diduga. Senjata yang lebih menakutkan dari virus anthrax atau bahkan bom nuklir sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu Heathrow lumpuh oleh ketakutannya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7508818024195940837?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7508818024195940837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7508818024195940837' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7508818024195940837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7508818024195940837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/05/takut.html' title='Takut'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7013483142420117613</id><published>2009-05-14T21:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T21:56:36.382-07:00</updated><title type='text'>Sekadar Menggumam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eja :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup, kata teman saya, adalah semacam rangkaian pilihan, dan konsekuensi di baliknya, yang lalu membawa kita ke rangkaian pilihan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu logis untuk saya. Kalau benar begitu, apa beda hidup dengan algoritma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara, saya menelan kata-kata Heidegger bulat-bulat saja. Haha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7013483142420117613?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7013483142420117613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7013483142420117613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7013483142420117613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7013483142420117613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/05/sekadar-menggumam.html' title='Sekadar Menggumam'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7891098030210075862</id><published>2009-05-14T21:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T21:25:04.381-07:00</updated><title type='text'>Confetti</title><content type='html'>Lima detik ledakan warna-warni abstrak, lima menit punggung terbungkuk mengumpulkan yang terserak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7891098030210075862?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7891098030210075862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7891098030210075862' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7891098030210075862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7891098030210075862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/05/confetti.html' title='Confetti'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-9153034564566157769</id><published>2009-04-26T00:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T00:20:30.901-07:00</updated><title type='text'>Asimtot</title><content type='html'>Sayang, kita harus berhenti di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyaris saja&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-9153034564566157769?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/9153034564566157769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=9153034564566157769' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/9153034564566157769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/9153034564566157769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/04/asimtot.html' title='Asimtot'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6760667389109821964</id><published>2009-04-18T18:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T19:00:37.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menerawang'/><title type='text'>Semut</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pemanasan global, pemiskinan, kejahatan kemanusiaan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang begitu agung seakan terlupakan di masa kini, masa dimana citra diri menjadi suatu komoditas ekonomi. Kolektivitas. Seakan terlupakan, bahwa epik-epik besar dalam sejarah ditulis oleh sekumpulan tangan manusia, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oleh upaya kolektif&lt;/span&gt;, bukan seorang tokoh utama dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sidekick&lt;/span&gt;-nya. Makanya Gilgamesh dan Hercules hanya hidup dalam legenda, sementara Revolusi Perancis dan Kemerdekaan Indonesia adalah kejadian nyata. Kolektivitas telah menjatuhkan tiran, mengubah sejarah, membentuk suatu bangsa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan terakhir, kami mencoba kembali  mengingatnya. Mempercayainya. Bahwa ada yang namanya tujuan bersama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;common cause&lt;/span&gt;.  Lalu kami bekerja bersama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berkarya&lt;/span&gt;, untuk mewujudkannya. Dan dengan rendah hati, kami mengatakan, kolektivitas masih ada dan masih relevan. Sendiri-sendiri mungkin kami bisa kuat, namun bersama, mungkin kami tak terkalahkan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terima kasih 2008!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6760667389109821964?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6760667389109821964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6760667389109821964' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6760667389109821964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6760667389109821964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/04/semut.html' title='Semut'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1373733392416569369</id><published>2009-04-01T03:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T03:26:27.127-07:00</updated><title type='text'>Mata Berair</title><content type='html'>Ketika semua teks yang kita pegang erat dengan begitu percaya mulai memudar, yang bisa kita lakukan hanya dua saja: membaca lagi--kali ini lebih teliti, lebih berhati-hati--atau berhenti, lalu lihat ke langit dari jendela. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mungkin disana ada saya, mengambang entah kemana.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1373733392416569369?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1373733392416569369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1373733392416569369' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1373733392416569369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1373733392416569369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/04/mata-berair.html' title='Mata Berair'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1484575805191346940</id><published>2009-02-01T00:31:00.001-08:00</published><updated>2009-02-01T00:32:12.046-08:00</updated><title type='text'>Gaza</title><content type='html'>Maaf jika sekarang kusarungkan lagi bedilku di mulutmu karena tak pernah berhenti menyalak padaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1484575805191346940?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1484575805191346940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1484575805191346940' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1484575805191346940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1484575805191346940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/02/gaza.html' title='Gaza'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8880806892389495052</id><published>2009-02-01T00:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T00:30:24.854-08:00</updated><title type='text'>DC</title><content type='html'>Kita menyaksikannya: ketika yang kekar perkasa bergetar saat berhadapan dengan dirinya sendiri, barulah sadar kita, betapa rapuhnya harapan manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8880806892389495052?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8880806892389495052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8880806892389495052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8880806892389495052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8880806892389495052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/02/dc.html' title='DC'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4832581897340622583</id><published>2009-01-29T04:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T06:08:03.449-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menerawang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Menjadi Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;M dan Y&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ada dimana-mana. Di belantara yang basah, di padang-padang gersang, di bukit-bukit karang,  di desa-desa, di kota-kota...dimana-mana, termasuk di museum ini. Ada lima orang jumlah mereka, dan betapa iri kami terhadap mereka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manusia&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Mereka sibuk menaruh, lalu memindahkan. Menulis, lalu menempelkan. Menunjuk, lalu menceritakan. Semesta terpeta dengan jelas di kepala mereka, segala yang nampak sudah mereka ketahui maknanya. Mereka tahu segalanya. Mereka bergerak semaunya.&lt;br /&gt;Yang mereka tidak tahu, dibawah cahaya purnama, setiap benda di dalam museum ini mampu bergerak dan berkata-kata. Termasuk Aku, yang sudah berdiri disini sejak entah berapa lama, dan Dia, yang duduk di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kami terasa semakin ringan setiap purnama. Mungkin kelamaan pahatan pualam ini menguap begitu saja bersama zaman. Setidaknya serpihan kami akan terbang, tidak diam disini...&lt;br /&gt;Tapi keabadian akan tetap bersama kami. Itu janji Sang Pematung, pemberi nyawa kami. Berkah yang ditebus dengan statisnya tubuh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purnama tiba. Aku dan Dia, dua yang terbesar diantara yang lainnya dan diletakkan di galeri  utama, bangkit disentuh cahaya. Berabad lamanya kami disimpan disini, hingga tak ada lagi nama yang kuingat, selain Dia, dan Sang Pematung yang menciptakan kami berdua.&lt;br /&gt;"...Lalu mengapa kita menciptakan kita?" tanyanya.&lt;br /&gt;Obrolan ini selalu terjadi setiap purnama.  Lalu aku akan menjawab dengan:&lt;br /&gt;"Karena pada awalnya kita hanya sebongkah pualam, lalu mereka memberi kita bentuk, membuat kita indah, memberi kita cerita, memberi kita nyawa,"&lt;br /&gt;"Dan membiarkan kita tersiksa karena mampu merasa tapi tak dapat menceritakan apa-apa,"&lt;br /&gt;"Ya,"&lt;br /&gt;Lalu diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berabad kami terasing berdua saja, dan tak pernah punya obrolan untuk diceritakan, selain tentang kelakuan anak-anak yang menunjungi museum ini. Itupun kelamaan membosankan. Hingga akhirnya berbicara pada purnama, yang mestinya menjadi kesempatan kami bercerita, menjadi sekadar ritual belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernahkah kau bertanya rasanya berjalan di luar galeri ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pertanyaan yang belum pernah Dia tanyakan padaku, sehingga aku butuh beberapa menit untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...tapi bukankah sudah cukup kita disini, memiliki jiwa, selalu merasa tenang dan aman, dan selalu dipuja manusia?"&lt;br /&gt;"Sementara manusia menginjak tanah, merasakan hujan, menyentuh dedaunan...tidakkah kau ingin merasakannya?"&lt;br /&gt;"Menjadi patung bukan pilihanku,"&lt;br /&gt;"Diam selamanya juga bukan pilihanku," kata Dia.&lt;br /&gt;Dia bangkit perlahan, meninggalkan pedestalnya. Aku hanya bisa memandangnya terpana.&lt;br /&gt;"Kau gila!"&lt;br /&gt;Dia terdiam, senyum terpahat di wajah batunya.&lt;br /&gt;"Ini luar biasa, lebih menyenangkan dari obrolan-obrolan kita yang terus berulang!"&lt;br /&gt;Aku sungguh ketakutan. Selama ini gerakan kami tak pernah lebih dari sekadar kibasan tangan. Dia menyodorkan tangan.&lt;br /&gt;"Purnama ini saja,"&lt;br /&gt;Aku berfikir lama.&lt;br /&gt;Kuraih tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua menyusuri lorong-lorong panjang dimana lukisan-lukisan sibuk membicarakan diri mereka sendiri sementara kaligrafi-kaligrafi saling sindir dan maki, sampai ke halaman dalam museum itu. Kaki kami menjejak rumput untuk pertama kali. Terang bulan melingkupi kami.&lt;br /&gt;Disana kami berbaring menatap bintang. Tangan kami menadahi kepala.&lt;br /&gt;"Indah sekali," kataku. "Andai aku diciptakan dalam bentuk seperti ini..."&lt;br /&gt;Hening lama sekali.&lt;br /&gt;"Kau bisa," kata Dia, "memandang bintang selamanya,"&lt;br /&gt;"Bagaimana caranya?"&lt;br /&gt;"Lari,"&lt;br /&gt;"Kemana?"&lt;br /&gt;"Ke luar,"&lt;br /&gt;"Ya, lalu saat purnama lenyap, kita akan kembali menjadi patung, dan diletakkan kembali di tempat kita semula!"&lt;br /&gt;"Dengan penjagaan lebih ketat, karena kita disangka dibawa lari oleh pencuri...mungkin juga kita akan dipisahkan selamanya...tapi kenapa peduli?  Kalau untuk malam ini saja, aku bisa merasakan menjadi manusia...aku tak peduli,"&lt;br /&gt;Aku terperangah. Kata-kata Dia menggetarkanku.&lt;br /&gt;Dia bangkit.&lt;br /&gt;"Ayo,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu adalah malam terindah dalam hidupku. Kami duduk menatap bintang di anak tangga, berjalan melewati bulevar utama, memandang tarian air di taman kota, hingga tanpa sadar purnama menghilang begitu saja, digantikan bersit mentari fajar.&lt;br /&gt;"Aku bahagia,"&lt;br /&gt;"Ya, aku tak peduli jika ini kali terakhir kita berbicara,"&lt;br /&gt;Pijar matahari membakar kaki-kaki pualam kami, lalu tubuh, lalu wajah, yang diatasnya tertatah senyum lirih. Aku mengerang menahan perih.&lt;br /&gt;Aku mengerjap. Di hadapanku tampak sebentuk manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4832581897340622583?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4832581897340622583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4832581897340622583' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4832581897340622583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4832581897340622583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/01/menjadi-manusia.html' title='Menjadi Manusia'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8615455544363252649</id><published>2009-01-12T03:15:00.001-08:00</published><updated>2009-01-12T03:29:40.029-08:00</updated><title type='text'>Salieri</title><content type='html'>Aku berdiri sendiri, menadah angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjerang hujan, memetik perih dari luka, bertanya: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kenapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa yang mau menjawab mulut belepotan ludah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata mengering di lidah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sia-sia; aku tersungkur, menyerah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8615455544363252649?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8615455544363252649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8615455544363252649' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8615455544363252649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8615455544363252649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2009/01/salieri.html' title='Salieri'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3136627412073153604</id><published>2008-11-19T01:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T02:11:17.789-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Bau</title><content type='html'>anjing. ini udah nggak bisa ditolerir.&lt;br /&gt;udah seminggu gue duduk di sebelah aris. bangku neraka, kata temen-temen gue. pertama, posisinya persis di depan meja guru. kedua, gue duduk di sebelah aris. anaknya sih oke-oke aja, nggak banyak tingkah. taulah, modelan gamer, jerawatan, pake kaca mata, tapi nggak cupu-cupu amat sih.&lt;br /&gt;cuma baunya kelewatan.&lt;br /&gt;kelas gue baru aja olahraga, terus tiba-tiba yuli kribo melenggang masuk dan seenaknya ngadain kuis. gimana gue bisa konsentrasi coba?&lt;br /&gt;yaudah, ancur deh nilai gue. tai emang si aris. yuli kribo juga sama aja tainya.&lt;br /&gt;pas ipa, gue duduk di titik terjauh yang memungkinkan dari aris. tapi baunya tetep aja kecium. sampe gue akhirnya bener-bener nggak tahan banget, sumpah, gue tanya langsung ke mukanya.&lt;br /&gt;ris, lo mandi nggak sih?&lt;br /&gt;kenapa? gue bau ya?&lt;br /&gt;anjing, nggak enak juga gue.&lt;br /&gt;iya sih.&lt;br /&gt;emang sih gue kemaren-kemaren jarang mandi, hehehe. gue suka pulang kepagian dari warnet terus buru-buru. terus seragam juga suka gue pake dua kali. cuma tadi pagi gue mandi terus ganti baju kok. sori ya kalo masih bau. hehehe.&lt;br /&gt;tapu emang pas gue deketin emang dia nggak bau sama sekali. malah lumayan wangi.&lt;br /&gt;gue coba cium ketek sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anjing! yang dari tadi bau diri gue sendiri!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3136627412073153604?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3136627412073153604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3136627412073153604' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3136627412073153604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3136627412073153604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/11/bau.html' title='Bau'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6424773266084900050</id><published>2008-11-17T05:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T06:26:40.822-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Saja'/><title type='text'>Belajar Jatuh</title><content type='html'>Sudah semestinya saya banyak bersyukur, telah diberikan begitu banyak ruang untuk belajar dan memperbaiki diri. Untuk menyadari keterbatasan diri. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk berada di tempat saya yang semestinya&lt;/span&gt;... yakni di tengah. Bukan di depan. Saya sadar saya belum mampu mengendalikan ego yang sering waktu mendominasi dan meletup dalam diri. Saya belum mampu untuk berdedikasi. Saya belum pantas digugu dan ditiru, belum lagi keterbatasan fisik yang begitu mengganggu. Bukan pula di belakang, karena saya yakin ada cukup banyak yang bisa saya bagi selain anggukan belagak patuh lalu misuh-misuh.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di tengah&lt;/span&gt;. Memberi semangat. Meluapkan hasrat. Meniupkan harapan. Membagi gagasan.&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu, saya telah mengambil satu keputusan besar... yang salah. Saya mengambil peran yang seharusnya dimiliki orang lain.&lt;br /&gt;Tentu saja segalanya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dan saya sangat menyesal.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, tanpa kesalahan itu, saya tak akan mampu bercermin diri. Dan mungkin tak akan saya sadari, bahwa hidup saya, betapapun menakjubkannya, tak se-luarbiasa film epik yang sedang diputar dalam kepala, dan bahwa sungguh, setiap manusia memiliki perannya sendiri, yang spesifik, begitu unik, dalam hidup ini. Ini adalah pengalaman jatuh yang sakit, namun indah. Yah sudah lah ya. Lagi pula, bukankah jatuh memang kodrat manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TPB FSRD ITB 2008: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maaf, dan terima kasih banyak!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6424773266084900050?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6424773266084900050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6424773266084900050' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6424773266084900050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6424773266084900050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/11/belajar-jatuh.html' title='Belajar Jatuh'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-1331008804742488383</id><published>2008-10-16T02:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T02:20:45.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menerawang'/><title type='text'>Ambang</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;UGD RS St. Borromeus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh anda berwarna kemerahan dan suhunya empat puluh derajat, di kanan anda seorang anak kecil meraung kesakitan sementara ibunya tak berhenti menenangkan, sementara di kiri anda seorang wanita lamat-lamat berdoa. Disana, diatas ranjang sempit yang diterangi silau cahaya putih dari atas kepala, segalanya menjadi jelas: batasan manusia adalah harapannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-1331008804742488383?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/1331008804742488383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=1331008804742488383' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1331008804742488383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/1331008804742488383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/10/ambang.html' title='Ambang'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8445832112389518047</id><published>2008-08-22T04:18:00.000-07:00</published><updated>2008-08-24T06:15:32.620-07:00</updated><title type='text'>Spasi</title><content type='html'>Dunia yang tadinya berjalan tenang, setapak demi setapak, kini berlari begitu kencang. Tanpa kita sadari, terlalu banyak pemandangan yang kita lewati, terlalu banyak momen berlalu tanpa arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, kita masih punya ruang pribadi untuk berkontemplasi, dimana kita dapat bercermin, merefleksikan hakikat diri, kembali ke fitrah kita...kamar mandi: Sebuah jeda, sebuah spasi, suaka terakhir manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8445832112389518047?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8445832112389518047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8445832112389518047' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8445832112389518047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8445832112389518047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/08/spasi.html' title='Spasi'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6736739737884649227</id><published>2008-08-07T09:49:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T12:07:45.546-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Panitia Orientasi INAYPScNH 08/09&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau turun dari bis yang membawamu dari desa itu, sepuluh jam yang lalu, ke Jakarta, rumahmu. Udara kotor menyergap seketika. Dua tahun sudah kau tak menjejakkan kaki disini. Dua tahun sudah kau mengabdi di sebuah desa tertinggal di pedalaman Jawa: awalnya bagian dari program kampusmu semata, lalu entah bagaimana, kau jatuh cinta pada ketulusan warga di sana, dan kau pun memutuskan untuk tidak kembali. Dua tahun sudah kau biarkan keluarga dan teman-temanmu bertanya-tanya: kehadiranmu di sisi mereka hanya berupa surat-surat saja. Kau lihat sekelilingmu. Malam telah begitu larut, bahkan terminal yang biasanya riuh kini sepi. Di kananmu, seorang pengemudi ojek menawarkan jasanya. Dalam gelap, hanya sebentuk senyum yang terlihat. Katamu, tiga ribu. Katanya, harga segitu sekarang ini tidak ada artinya. Kau pun bertanya-tanya, jujurkah ia? Tapi kau menyanggupinya. Lampu jalan menuntunmu pulang. Dalam remang, kau lihat tiga anak berkejaran dengan kecrekan di tangan-tangan kecil mereka. Di sisi lain jalan, seorang pengemis buta merebahkan diri di atas tikar rotannya. Motor yang kau tumpangi terus melaju, menembus gulita,  ketika tiba-tiba si pengemudi melambatkan mesinnya. Kau lihat selengkung gapura putih cantik menghias jalan masuk perumahanmu, yang dua tahun lalu tak ada.  Adik saya kemaren masuk penjara mas, sang pengemudi ojek berkata. Kenapa? kau bertanya. Dia masih kecil, baru 14 tahun. Dia ngiri sama anak majikannya, yang masih SD udah punya hape. Dia juga kepingin hape. Lah gimana mau beli hape. Saya aja nggak sempet-sempet mau nikah sama tunangan saya. Emang duitnya ga ada mas. Orangtua udah ga ada. Getir terasa di dadamu. Motor yang kau tumpangi melewati rumah besar yang tampak baru direnovasi. Rumah sahabatmu. Keluarga terbaik yang pernah kau kenal di Jakarta. Disini tempat adik saya kerja, mas. Waktu ketahuan nyuri hape, anak majikannya yang lebih tua ngegebukin dia. Sampai babak belur mas. Saya mau ngebales, gimana bisa... Kau tak mampu berkata-kata. Motor itu berbelok menuju jalan rumahmu. Kiri ya mas, katamu perlahan. Kau jejalkan beberapa lembar sepuluh ribuan ke tangan si pengemudi ojek, yang kau tahu takkan mengubah apapun.  Kau melangkah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ah&lt;/span&gt;, kakimu menginjak kotoran anjing.  Kau pun sadar bahwa kau telah tiba di rumah,  namun kau belum pulang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6736739737884649227?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6736739737884649227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6736739737884649227' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6736739737884649227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6736739737884649227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/08/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-3180698908769789800</id><published>2008-08-05T20:30:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T21:12:45.711-07:00</updated><title type='text'>Biskuit</title><content type='html'>Ketika semua saling bantah mengenai konsep-konsep besar yang belum juga tergenggam,  ketika pesan menjadi tujuan, ketika histeria menggantikan akal sehat dan refleksi, ketika kecepatan seakan terpolusi oleh kontemplasi, ketika satu-satunya benteng yang kita punya, bagaimanapun rapuhnya, hanyalah arogansi...masih adakah ruang di dunia, yang belum tersentuh praduga, untuk tangan-tangan kecil yang memberikan sesuatu yang konkrit, seperti menemani mereka yang sakit, atau sekadar menawarkan manisnya biskuit?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-3180698908769789800?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/3180698908769789800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=3180698908769789800' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3180698908769789800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/3180698908769789800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/08/biskuit.html' title='Biskuit'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8470599393740672998</id><published>2008-08-05T20:02:00.001-07:00</published><updated>2008-08-07T10:54:06.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menerawang'/><title type='text'>Orakel</title><content type='html'>"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenali Dirimu Sendiri.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpahat di kuil Apollo di Delphi, kata-kata tersebut menyambut para peziarah yang berjalan dari penjuru Yunani purba untuk mencari sepercik kebijaksanaan dari Sang Orakel yang tinggal di dalamnya. Kata-kata tersebut mengawali pencarian manusia Yunani akan makna dunia dan kehidupan: sebelum kebenaran mereka rengkuh, sebelum kebijaksanaan mereka dapatkan, pertama-tama mereka harus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengenali diri mereka sendiri&lt;/span&gt;. Sementara dunia kontemporer bergerak maju-mundur, membentuk pola-pola yang semakin tidak menentu, ke arah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chaos&lt;/span&gt;, menurut saya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pendidikan&lt;/span&gt;lah benteng terakhir manusia dan kemanusiaan. Sayangnya, terlalu banyak dari kita, yang merasa bijak diatas sana, menjadikan pendidikan sebagai salah satu mekanisme ekonomi semata: bagian dari penawaran dan permintaan. Keberhasilan pendidikan dihitung dari persentase kelulusan, jumlah lulusan yang diserap lapangan kerja, dan statistik-statistik lainnya. Secara kasar, pendidikan bukan lagi menjadi kebutuhan manusia, melainkan kebutuhan pasar. Seperti kurikulum adik saya yang sekarang duduk di kelas dua SMP: sementara kepalanya dijejali berbagai konsep abstrak tentang angka, sedikit sekali ia diberi bimbingan untuk mengenali siapa sesungguhnya dirinya, dan apa perannya untuk semesta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8470599393740672998?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8470599393740672998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8470599393740672998' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8470599393740672998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8470599393740672998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/08/orakel.html' title='Orakel'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8202581338821048328</id><published>2008-08-02T01:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-02T01:52:55.285-07:00</updated><title type='text'>Setelah Lima Hari Itu</title><content type='html'>Saya belajar banyak lima hari itu. Setelah dengan sengaja tidak mengenakan jam selama lima hari, saya belajar bahwa waktu sebenarnya adalah konsep yang sungguh semu. Ketika kita melupakan bahwa dia ada, "waktu" yang kita miliki meluas, menjadi nyaris tak terbatas. Setelah bekerja dengan melupakan waktu, saya belajar bahwa kemampuan manusia sedemikian luasnya, dan mampu mendobrak keterbatasan-keterbatasan yang ia kira ia punya. Setelah belajar dengan ratusan kepala yang luar biasa, saya belajar untuk mengapresiasi detail-detail kecil yang cantik. Lukisan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pointilism&lt;/span&gt; Seurat menjadi luar biasa bukan ketika kita pandang dari jauh, tapi ketika kita dekati, ketika lukisan utuh itu terpecah menjadi jutaan titik mungil yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INAYPScNH 2008/2009, kalian luar biasa. Terima kasih banyak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8202581338821048328?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8202581338821048328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8202581338821048328' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8202581338821048328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8202581338821048328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/08/setelah-lima-hari-itu.html' title='Setelah Lima Hari Itu'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8412246174040344622</id><published>2008-08-01T17:06:00.001-07:00</published><updated>2008-08-01T17:09:39.202-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menerawang'/><title type='text'>Ketiak</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Substansial&lt;/span&gt;. Siapa yang dapat memutuskan apakah sesuatu itu penting atau tidak? Bukankah masing-masing dari kita hidup dalam dunia masing-masing (yang selalu bersinggungan—kalau tidak bertabrakan—satu-sama lain) yang di dalamnya memiliki kebutuhan masing-masing? Misalnya saja, bau ketiak yang tidak dimandikan dua hari. Bagi orang lain, tentu bau tersebut tidak penting. Malah mengganggu. Namun bagi si pemilik ketiak, bisa saja bau ketiak tersebut penting. Menyenangkan. Menambah semangat.&lt;br /&gt;Adakah kebutuhan universal dunia-dunia paralel ini, kalau begitu, di luar kebutuhan biologis untuk bertahan hidup? Kurasa ada, karena bagaimanapun dunia-dunia paralel ini dibangun atas substansi-substansi yang nyaris serupa. Cinta. Keadilan. Kebenaran. Dan slogan-slogan Kamen Rider lainnya, yang meskipun dangdut tetapi benar adanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8412246174040344622?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8412246174040344622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8412246174040344622' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8412246174040344622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8412246174040344622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/08/ketiak.html' title='Ketiak'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-4205807533813507402</id><published>2008-08-01T17:05:00.001-07:00</published><updated>2008-08-01T17:09:55.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menerawang'/><title type='text'>Renovasi</title><content type='html'>Karena aku, kamu, dan dia pada dasarnya adalah produk-produk konstruksi dari rumusan geometri yang serupa, kita bersuka ria dengan fasad-fasad kita, yang seringkali tidak substansial jika dibanding dengan fondasi, kerangka, dan terutama, interior diri kita. Namun entah bagaimana, fasad seakan begitu pentingnya, hingga komponen diri lain terabaikan. Terkadang, fasad demikian mempengaruhi. Demi kesamaan tema dari luar hingga dalam, segala tampilan diri kita paksakan untuk direnovasi. Supaya kelihatan mewah. Supaya kelihatan trendi. Supaya kelihatan seksi. Kemarin gaya mediterania, sekarang gaya minimalis, pokoknya ikut saja. Ya, kelihatannya memang ada perubahan, namun hakikat diri tidak mungkin berubah begitu saja. Atau malah mungkin, bersama perubahan fisik lingkungannya, para penghuni mencoba menyesuaikan diri? Ah. Selamat merenovasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-4205807533813507402?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/4205807533813507402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=4205807533813507402' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4205807533813507402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/4205807533813507402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/08/renovasi.html' title='Renovasi'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-6886455742861272463</id><published>2008-08-01T17:02:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T17:09:55.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menerawang'/><title type='text'>Niskala</title><content type='html'>Kukira kau telah pergi, berjingkat menyelinap, keluar dari ruang putih kecil yang telah lama kau tempati. Meninggalkanku hanya bersama indera, dan nurani yang semakin redup pendarnya, sementara naluri terus mengerjap, membara. Semesta menyempit seketika, terbatas pada apa yang kulihat, kudengar, kurasa…dan masih bisakah aku merasa, ketika berada di ambang asa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukira kau telah terjun menuju raguku—yang kian membesar, menjadi lubang hitam raksasa, yang menghisap apa saja yang bercahaya—atau bahkan menuju tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukira kau telah menyerah pada nalar manusia, dan membiarkan kami meraba dalam gelap yang teramat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kau ada. Kau selalu ada. Kulihat kau dalam pijar matahari. Kudengar kau dalam sunyi. Kurasa kau dalam denyut nadi. Kau masih disini, menuntun kami. Kau Niskala, namun ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-6886455742861272463?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/6886455742861272463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=6886455742861272463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6886455742861272463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/6886455742861272463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/08/niskala.html' title='Niskala'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-2246697037166250280</id><published>2008-05-06T22:44:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T18:58:36.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menerawang'/><title type='text'>Berubah</title><content type='html'>Manusia memang tidak pernah ada puasnya. Ketidakpuasan jugalah yang sedang melanda saya saat memandang blog saya ini. Konsekuensi dari judul yang saya berikan kepadanya ('Belajar Menulis') dan post-post awal yang saya buat adalah terbatasnya tulisan yang bisa saya muat disini, karena blog ini seakan hanya boleh memuat cerita saja. Maka ia pun berubah, menjadi Langit Senja. Langit, ketika cahaya mulai meredup dari bumi dan keremangan menyelubungi. Langit, ketika segalanya berada di&lt;span style="font-style: italic;"&gt; antara&lt;/span&gt;. Bukan baik, bukan jahat. Bukan terang, bukan gelap. Langit, ketika kebanyakan manusia pulang ke rumah mereka dan merefleksikan perjalanan mereka hari itu. Langit yang paling indah di mata saya. Langit senja adalah simbolisasi saya terhadap waktu kita, manusia, di dunia saat ini. Malam mendekat, tetapi kita belum juga sampai di rumah dengan selamat. Sedikit cahaya yang tersisa pada waktu-waktu inilah yang bisa membimbing kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-2246697037166250280?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/2246697037166250280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=2246697037166250280' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2246697037166250280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/2246697037166250280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2008/05/berubah.html' title='Berubah'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8942450160059015215</id><published>2007-10-27T21:19:00.002-07:00</published><updated>2008-05-06T22:01:42.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Hitungan Mundur Manusia</title><content type='html'>Barker berjalan begitu terburu-buru menuju Sayap Timur. Begitu terburu-burunya hingga selirik pun tak ia berikan pada Swanson, pegawai baru berambut pirang sebahu yang sungguh cantik itu.&lt;br /&gt;Sayap Timur dipenuhi oleh tamu-tamu penting malam itu. Politikus, diplomat, seniman, atlit, dan pujangga, berbalutkan busana malam rancangan desainer-desainer ternama, melantai diiringi irama jazz. Meriah, riuh rendah. Haha hihi terdengar disana-sini. Gaungnya kuat sekali, sampai-sampai chandelier kristal besar yang tergantung di tengah ruangan berayun sedikit ke kanan dan kiri. &lt;em&gt;Mencari Tuan Eisenhower akan sulit sekali di tengah lautan manusia berjas malam hitam ini&lt;/em&gt;, pikir Barker. Setelah berjingkat dan menyelinap melewati manusia-manusia yang sedang berdansa dan pegawai-pegawai yang membawa nampan-nampan berisi hors d’oeuvres eksotik aneka warna, sampai jugalah ia di hadapan Sang Presiden Amerika, yang sedang berbincang bersama istrinya dan perwakilan dari Kedutaan Besar Indonesia. Keringat membasahi punggung kemeja Barker.&lt;br /&gt;“NSA, sir. Masalah keamanan negara, amat mendesak,”&lt;br /&gt;Sang presiden tampak tidak siap untuk mendengar berita yang akan disampaikan pegawainya.&lt;br /&gt;“Sudahkah kau terima mereka?”&lt;br /&gt;“Sudah, sir, mereka menunggu di Ruang Resepsi,”&lt;br /&gt;Sang Presiden berbicara sejenak pada istrinya dan sang diplomat, lalu bersama Barker bergegas meninggalkan ruang pesta.&lt;br /&gt;Dua orang pria berjas hitam menyambut Sang Presiden saat ia dan Barker memasuki Ruang Resepsi.&lt;br /&gt;“Thomas Coldwell, NSA, sir,”&lt;br /&gt;“Paul Jefferson, NSA, sir, Bapak Presiden,”&lt;br /&gt;“Tuan-tuan, silakan duduk.Terima kasih Barker, sekarang kau boleh pergi,”&lt;br /&gt;Saat Sang Presiden mempersilakan kedua tamunya duduk, kekhawatiran jelas tergambar di wajahnya. Posisi Amerika Serikat di dunia internasional jelas tidak aman saat ini, dan Department of State harus pintar-pintar melobi kalau tidak mengintimidasi, atau bahkan memanipulasi. Pikirannya melayang kembali ke perbincangannya dengan diplomat Indonesia pada pesta tadi. Blok Timur dan negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia lalu sedang memandang Amerika dengan tatapan benci. Dan Soviet, pemimpin Blok Timur, dengan cepa membangun reputasi di kalangan negara-negara ketiga.&lt;br /&gt;“Ada apa?”&lt;br /&gt;Kedua agen NSA itu saling berpandangan singkat.&lt;br /&gt;“Mungkin ada baiknya kami langsung menuju ke duduk persoalannya, karena kami tidak ingin mengganggu kegiatan protokoler malam ini. Ini berkaitan dengan penemuan kami pukul empat sore ini di wilayah isolasi Area 51. Sebuah transmisi asing, sama sekali tak bisa dikenali tiba-tiba masuk ke salah satu perangkat ekstraterestrial yang sedang kami teliti. Isinya sebuah pesan untuk anda, sir,”&lt;br /&gt;“Untuk saya?”&lt;br /&gt;“Secara spesifik, makhluk yang disiarkan dalam pesan tersebut menyebutkan nama anda, Bapak Eisenhower, dan secara spesifik ia meminta agar pesannya disampaikan malam ini,”&lt;br /&gt;Sang Presiden terkesiap. Kecurigaan militer mengenai aktivitas ekstraterestrial di Area 51 rupanya terbukti.&lt;br /&gt;“Apakah pesan ini sungguh aman untuk saya terima? Maksud saya, apakah kalian benar-benar yakin kalau pesan ini bukan rekayasa pihak Soviet semata?”&lt;br /&gt;“Kami yakin, sir, seratus persen, bahwa ini bukan teknologi manusia. Kami telah meminta dukungan dari Angkatan Laut untuk pengamanan ruangan ini malam ini. Dan ini semua dirahasiakan dari publik, tentu saja,”&lt;br /&gt;“Sampaikan pesannya, kalau begitu,”&lt;br /&gt;Coldwell meletakkan sebuah cakram perak berkilat keunguan dengan diameter sekitar sembilan sentimeter di atas meja. Di tepi luar cakram itu terdapat sebuah relief suatu simbol rumit. Coldwell menyentuh relief itu dengan lembut.&lt;br /&gt;Perlahan, cakram itu berpendar biru. Dari tengahnya memancar segaris sinar yang kemudian membentuk grafik suatu makhluk bercahaya setinggi sekitar tiga meter, yang kenampakan fisiknya tak dapat terdeskripsikan dalam keterbatasan perbendaharaan manusia, dalam bentuk hologram tiga dimensional. Megah, agung, mungkin dua kata tersebut mampu menggambarkan makhluk itu saat ia memulai pesannya.&lt;br /&gt;“Selamat malam, Tuan Eisenhower,”&lt;br /&gt;Makhluk itu berbicara bukan dalam bahasa manusia, tapi melalui bahasa simbol yang begitu saja diterima dan diinterpretasi oleh otak Sang Presiden, sementara kedua agen NSA itu berpegangan erat pada lengan kursi.&lt;br /&gt;“Selamat malam. Apakah pesan yang ingin anda sampaikan pada kami?”&lt;br /&gt;“Ini adalah peringatan kedua, Tuan Eisenhower, apakah senior anda tidak pernah menyampaikan peringatan kami yang pertama?”&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apa maksud semua ini?&lt;/em&gt; Pikir Eisenhower. &lt;em&gt;Tuhan, peringatan? Seniorku? Apa yang disembunyikan Truman yang aku tidak tahu? Belum selesai konflik dengan komunis, kini muncul…alien? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sang Presiden tidak tahu bahwa semua pikirannya terbaca oleh makhluk yang berada dihadapannya.&lt;br /&gt;“Tampak jelas bahwa anda tidak tahu apa-apa mengenai perjanjian kami dengan pemimpin manusia lima puluh tahun yang lalu. Dan tampaknya adalah penting bagi saya untuk memperkenalkan diri.&lt;br /&gt;“Saya adalah utusan dari Bangsa Pengembara. Bangsa kami menjelajahi sudut-sudut alam raya selama berjuta tahun cahaya untuk mempelajari kehidupan dan merunut kerumitan jaring-jaringnya.&lt;br /&gt;“Bumi adalah salah satu laboratorium kami, dan makhluk-makhluknya adalah hasil eksperimentasi kami. Banyak yang gagal dan musnah karena perubahan fisik semesta, banyak yang adaptif dan bertahan, seperti bangsa manusia.&lt;br /&gt;“Awalnya kami cukup yakin bahwa kalian, bangsa manusia, adalah salah satu hasil eksperimen kami yang paling sukses, dan bahwa kalian akan menjaga kelangsungan hidup makhluk lainnya. Tapi rupanya praduga kami tidak tepat juga—pola hidup kalian sama rupanya seperti virus, salah satu hasil eksperimen kami yang tertua. Replikasi, destruksi, replikasi, destruksi, kalian lakukan berulang kali, tanpa henti.&lt;br /&gt;“Lima puluh tahun waktu bumi yang lalu, kami memberi peringatan pada Pemimpin Manusia sebelum anda, Nyonya Victoria, untuk memulai memperbaiki hubungan baik dengan makhluk-makhluk bumi lainnya. Kami berjanji akan mengevaluasi lagi lima puluh tahun setelahnya. Dan kini kami datang kembali, dan bukannya hubungan buruk itu kalian perbaiki, justru semakin hancur saja bumi ini.&lt;br /&gt;“Ini adalah peringatan kami yang terakhir Tuan Eisenhower. Makhluk-makhluk bumi terlalu sayang untuk punah di tangan kalian. Kami akan memanen apa yang kami kembangkan jutaan tahun silam, dan memusnahkan apa yang kami anggap sebagai hama: eksperimen yang dalam prosesnya mengalami kegagalan, seperti kalian. Akan kami bawa semua makhluk hidup selain manusia yang tersisa untuk kami pelajari entah di titik mana lagi di alam raya ini lima puluh tahun waktu bumi mendatang, kecuali kalian dapat membuktikan pada kami kepantasan kalian menjaga planet ini.&lt;br /&gt;Dan tawaran diplomasi yang saat ini sedang anda susun di dalam pikiran anda, maaf, tak dapat kami terima. Sayang sekali, keputusan kami ini sudah tidak dapat ditawar lagi.&lt;br /&gt;Selamat malam, Tuan Eisenhower, semoga manusia mampu memanfaatkan waktu yang mereka punya sebaik-baiknya,”&lt;br /&gt;Cahaya putih terang berpendar dari hologram makhluk itu ke seluruh sudut ruangan, kemudian dalam sekejap menghilang. Tanpa daya, Sang Presiden tersungkur di lantai, ternganga. Sementara di Sayap Timur, gelak tawa membahana. Botol-botol champagne siap dibuka.&lt;br /&gt;“3…&lt;br /&gt;2…&lt;br /&gt;1…&lt;br /&gt;“SELAMAT TAHUN BARU 1958!”Dan manusia pun memulai hitungan mundur kepunahannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8942450160059015215?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8942450160059015215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8942450160059015215' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8942450160059015215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8942450160059015215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2007/10/hitungan-mundur-manusia.html' title='Hitungan Mundur Manusia'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-863955581195805702</id><published>2007-10-27T21:19:00.001-07:00</published><updated>2008-05-06T22:29:57.712-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Anjing Tanpa Mata</title><content type='html'>Anjing Tanpa Mata (memang itu namanya. Anjing, karena dia seekor anjing.Tanpa Mata, karena warna matanya yang sehitam bulunya sehingga terlihat tak bermata, serta karena kebetulan ia juga buta) yang sedang terlelap dibuai sepoi angin laut dibawah naungan rimbun pohon besar di halaman sebuah sekolah seketika terbangun siang itu oleh hembusan bau anyir yang sangat menusuk. Bau bangkai, pikirnya. Terbersitlah selera makannya. Ia mengendus kemari dan kesana,  mencari asal bau yang merangsang penciumannya itu. Keras sekali bau ini, pikirnya lagi. Sepertinya banyak sekali bangkainya. Dan dimulailah perjalanan Anjing Tanpa Mata, yang hanya mengandalkan tuntunan bau saja.&lt;br /&gt;Aneh, pikirnya. Biasanya baru berapa langkah, akan terdengar manusia-manusia meludahinya, meneriakinya dengan kata-kata yang tidak ia mengerti, atau berlari darinya. Sejauh nalar anjingnya menginterpretasi, semua yang dilakukan manusia-manusia itu dapat berarti dia ditakuti, disegani, atau tidak disukai. Dan ia percaya bahwa ia disegani para manusia, sebagaimana anjing-anjing menyeganinya. Sebagai pengganti dari hilangnya penglihatannya, penciumannya—indera yang paling diandalkan para anjing—sangat berkembang. Dan karena ia tidak pernah melihat apa yang ia hadapi dan terintimidasi oleh ukuran ataupun penampilan luar, tak pernah ia takut menghadapi apapun yang ada di hadapannya, hingga tak ada anjing yang berani melawannya.&lt;br /&gt;Sejenak ia berhenti. Semakin dekat ia dengan sumber bau itu, semakin panas udara, padahal langit gelap tak bermatahari. Dan terdengar di telinganya semakin banyak suara-suara manusia bernada tinggi, yang menyiratkan kepanikan, ketakutan, kesakitan, dan emosi-emosi lain yang ia tidak mengerti. Suara orang berlari juga terdengar, tapi bukan darinya. Sungguh aneh, tapi ia tak peduli. Ia lapar sekali, dan perjalanannya ia lanjutkan lagi.&lt;br /&gt;Setelah beberapa ribu langkah akhirnya tiba jugalah ia di sumber bau yang sedari tadi menggodanya itu. Bangkai entah apa, yang menggunung banyaknya. Sebagian besar separuh terpanggang, mengeluarkan aroma hangus yang bagi Anjing Tanpa Mata sangat sedap. Heran juga ia, kenapa tak ada anjing lain yang menikmati pesta pora ini. &lt;br /&gt;Andai saja ia dapat melihat, yang akan ia lihat adalah pemandangan yang bagi manusia—bahkan mungkin anjing—sangat menakutkan: bangkai manusia yang terpanggang bertebaran dimana-mana. Ini adalah Hiroshima, Agustus 1945, dan Little Boy baru saja dijatuhkan satu jam sebelumnya.&lt;br /&gt;           Seharian si Anjing habiskan untuk menggerogoti bangkai-bangkai setengah hangus itu, sampai tiba-tiba tubuhnya terasa gatal—begitu gatal, seperti ribuan kutu menggigitinya—dan berjatuhanlah bulu-bulunya. Kesadarannya menipis, hingga akhirnya ia jatuh menggelepar, dan mati. Tanpa ia sadari sel-selnya rusak terkena radiasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-863955581195805702?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/863955581195805702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=863955581195805702' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/863955581195805702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/863955581195805702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2007/10/anjing-tanpa-mata.html' title='Anjing Tanpa Mata'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-8579205815985370162</id><published>2007-10-27T21:18:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T22:31:33.751-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Tiga Orang Pria dan Tiga Pasang Pendamping Mereka</title><content type='html'>Kami sayang sekali pada Mas Arya.&lt;br /&gt;Bagi kami, Mas Arya pun begitu sayangnya pada kami, sampai-sampai badan kami dirajah sangat indah, sama indahnya seperti rajahan badan yang dimiliki Mas Arya sendiri. Kami merasa begitu dipercaya olehnya. Kami dirawatnya, dan dibawanya kemana-mana—bahkan sampai ke relung-relung paling jauh yang tak terjangkau manusia seorang pun juga—selain Mas Arya. Semua yang Mas Arya lihat, dengar, dan rasa, kami rasakan juga. Lukisan-lukisannya yang belum beres benar, gelegar rekaman musik metal yang penuh distorsi kasar, wangi nasi Padang yang tercecar, bau ganja yang sedang dibakar, aroma cat dan segala rupa zat kimia, sampai bingarnya raungan hatinya: senangnya ketika lukisannya terjual seharga limapuluh juta. Pedihnya ketika kekasihnya overdosis dan meninggal dunia. Galaunya saat heroin tak mampir menjamahnya barang sehari dua hari saja. Dukanya karena restu masuk institut kesenian tak kunjung diberikan juga oleh kakaknya—satu-satunya keluarga yang dimilikinya. Kami ada disana, dan kami merasakan semuanya. Apapun yang terjadi, kami tak ingin kehilangan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami muak.&lt;br /&gt;Muak, semuak-muaknya muak, dengan dusta yang setiap hari dimuntahkan mulut berbau busuk milik orang ini: Ardi. Nama yang baru kami sebutkan saja sudah membuat jijik. Dan kami bersama orang ini setiap hari, dari siang sampai sore hari. Kadang bahkan sampai larut malam, kalau birahinya sedang tinggi. Pagi-pagi, di selasar depan ia pakai pantofel hitam dari kulit anak sapi. Ia mulai hari dengan jabat sana jilat sini. Di dalam ruangan pribadinya ia buka kancing atasnya dua, ia jadikan kami sebagai pengganti alas kaki. Munafik. Lalu mulailah ia telepon sana-sini, mengibul tak henti. Tentang anggaran-anggaran bohong dan proyek-proyek omong kosong. Sekalinya benar ada pekerjaan, pasti ujung-ujungnya menyengsarakan banyak orang. Penyensoran. Pembredelan. Sampah! Lalu berjam-jam kami bungkam, diam saja memandanginya memeluki wanita-wanita muda di kantornya. Wanita-wanita itu tak peduli, bahkan beberapa senang benar ia cabuli, karena akhir bulan nanti gaji mereka pasti ditambahi. Sungguh, kami muak. Betapa bakhil, betapa jahil! Daripada mesti hidup bersama makhluk setengah binatang seperti dia lebih baik kami dibiarkan usang lalu dibuang. Tapi betapapun kami menjerit, tak akan ada yang bisa mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sangat, sangat lelah.&lt;br /&gt;Sementara pria ini tak menyerah. Langkah demi langkah ia jalani tanpa sedikitpun terucap keluh kesah. Arga, namanya. Sepuluh tahun sudah kami menemaninya—setelah universitas tempat ia dulu bekerja memecatnya, kamilah satu-satunya alas kaki yang ia punya. Idealisme memporakporandakan keluarganya: orang tuanya diasingkan di Buru, kedua kakaknya hilang, hidup adik laki-lakinya—satu-satunya keluarganya yang tersisa—terus-terusan terancam. Padahal dia bukan siapa-siapa, hanya dosen di sebuah FISIP di Jakarta. Namun Departemen Penerangan terancam oleh kuliah-kuliahnya, yang sebenarnya begitu jelas dan lugas, tanpa maksud mengancam siapapun juga. Puncaknya, ketika tulisannya dimuat di sebuah media massa, entah bagaiman dikaitkanlah ia dengan masa lalu orangtuanya yang aktivis Lekra. Dan sejak itu diacak-acaklah kehidupannya oleh pemerintah. Tapi ia sekeras batu karang, yang meski terus-terusan digempur beringas ombak pantai selatan tetap tegar dan gagah, sementara kami hanya produksi massal para buruh yang diupah murah. Kami lemah, kami payah… Sementara ia terus berusaha mengungkap kebenaran, kami sungguh ingin berhenti berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Di suatu pagi di sebuah lapangan voli, ketiga pasang sendal jepit itu berjajar dan saling bercerita sembari sesenggukan sekali-sekali sementara para pemilik mereka shalat Idul Fitri.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-8579205815985370162?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/8579205815985370162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=8579205815985370162' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8579205815985370162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/8579205815985370162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2007/10/tiga-orang-pria-dan-tiga-pasang.html' title='Tiga Orang Pria dan Tiga Pasang Pendamping Mereka'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-666071761013635557.post-7660407529619099745</id><published>2007-10-27T21:17:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T22:31:56.669-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Hilang</title><content type='html'>Angin menjerit kencang seperti binatang liar yang terjerat dan meronta kesakitan, sementara gelap membungkus padang ilalang yang bergoyang seperti kerasukan. Sekelebat—bukan, dua kelebat cahaya redup melintas di cakrawala. Rupanya senter, yang dibawa oleh dua pendaki dengan carrier di punggung mereka, yang berjalan meraba, entah menuju mana atau dari mana. Keputusasaan terlukis jelas di wajah yang satu, sedang kesombongan di wajah yang satunya.&lt;br /&gt;           “Sia-sia, Ji, lebih baik kita buka tenda disini—lahannya datar dan kering,”&lt;br /&gt;           Yang diajak bicara diam saja.&lt;br /&gt;Tik.&lt;br /&gt;Tik.&lt;br /&gt;Tik.&lt;br /&gt;Air menitik, awalnya pelan, namun kelamaan menjadi guyuran besar, yang karena diterpa angin kencang seakan menjadi ratusan jarum tajam yang menghujam dalam kelam. Dan DAAAAR!—petir menyambar-nyambar. Kekalutan merasuki dia yang berjalan di belakang, yang wajahnya diliputi keputusasaan.&lt;br /&gt;“Sudah Ji. Aku tak peduli lagi soal harga diri—aku akan tidur disini. Terserah kau mau ikut atau tidak,”&lt;br /&gt;“Harga dirimu memang sudah tak kupedulikan lagi, Tomi! Malu aku mendengarmu merengek sepanjang perjalanan tadi. Kau, yang kupikir paling tangguh diantara anak-anak kota itu. Kau yang sama-sama dari pulau kecil sepertiku. Ternyata sama saja dirimu dengan banci-banci manja itu!”&lt;br /&gt;Dipancing seperti itu, berang juga si wajah putus asa.&lt;br /&gt;“Anjing! Aku berusaha untuk bertindak rasional!”&lt;br /&gt;“Rasional? Di tengah gunung? Pengalaman itu segala-galanya disini, kau tahu sendiri! Dan siapa yang paling berpengalaman disini? Siapa yang memimpin empat kali ekspedisi? Siapa diantara kita berdua yang dicalonkan menjadi ketua perkumpulan ini?”&lt;br /&gt;“Oh, berarti bodoh sekali aku, bisa tersasar sampai lebih dari lima jam begini, padahal membawa kamu, seorang pusaka sakti…”&lt;br /&gt;DAAAAR!&lt;br /&gt;DAAAAR!&lt;br /&gt;DAAAAR!            Gegar cahaya di angkasa, sementara air hujan seakan menyayat kulit mereka.&lt;br /&gt;“Bangsat! Masalah ini tidak akan ada kalau kamu tidak memulainya! Kutanya sekarang, siapa yang mau menerima taruhan untuk membuka jalur berdua saja?”&lt;br /&gt;“Aku hanya berusaha untuk bertindak rasional! Bahwa berjalan di gunung itu harus dalam kelompok berjumlah anggota ganjil cuma takhayul tolol perkumpulan kita saja! Memang hanya dua orang yang kita perlukan—jika cuaca diabaikan! Sejak semula memang penentuan tanggal kita salah, dan persiapan kita kurang!”&lt;br /&gt;“Tolol, kau yang kalah taruhan, dan sekarang aku yang salah?”&lt;br /&gt;“Aku tidak menuduh siapapun! Kalau kau berkesimpulan seperti itu…”&lt;br /&gt;Suara angin, hujan, petir, dan manusia bercampur menjadi satu, melengkingkan kemurkaan. Dan dalam keremangan seperti ini, benar atau salah,  sahabat atau musuh, sudah terlalu sulit untuk dibedakan lagi.&lt;br /&gt;“Jadi kau menuduhku?”&lt;br /&gt;“Ya, bedebah! Kaulah penyebab kita tersasar entah dimana seperti sekarang ini! Siapa yang memimpin jalan dari tadi, hah? Yang selalu membanggakan dirinya, yang katanya punya ‘intuisi pencari arah’?”&lt;br /&gt;Inilah saat-saat gelap, ketika aliran nalar tersumbat amarah yang telah membuncah.&lt;br /&gt;“Anjing kau!”&lt;br /&gt;Dua kelebat cahaya itu bertemu lalu bersilangan. Lalu gedebrak gedebruk diatas ilalang—yang masih bergoyang bagai kerasukan. Dua manusia itu bergumul dan beradu. Dan mereka terus begitu, disoraki angin, hujan, dan riuh genderang guntur yang menggelegar. Ada jurang menganga di muka pun mereka tak sadar. Hingga akhirnya kedua kelebat cahaya itu menghilang, dan padang itu kembali diselimuti kegelapan. Gelap yang sangat, segelap kedua hati mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/666071761013635557-7660407529619099745?l=aidilakbarlatief.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/feeds/7660407529619099745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=666071761013635557&amp;postID=7660407529619099745' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7660407529619099745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/666071761013635557/posts/default/7660407529619099745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aidilakbarlatief.blogspot.com/2007/10/hilang.html' title='Hilang'/><author><name>Aidil Akbar Latief</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-_1AG4gxHQ8E/TalBrGTaigI/AAAAAAAAALA/5m1MITjgp1c/s220/fotoblog.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
